Sejumlah Desa di Kecamatan Cibeber Lakukan Pembentukan Panitia Pilkades Serentak 2021

Sejumlah Desa Di Kecamatan Cibeber Lakukan Pembentukan Panitia Pilkades Serentak 2021

Liputan4.com Lebak- Setelah di pemerintah kabupaten Lebak menetapkan tahapan Pilkades di kabupaten Lebak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 september 2021. secara serentak Sejumlah desa di kecamatan Cibeber melakukan penetapan panitia Pilkades, kegiatan tersebut dilakukan oleh BPD dihadiri pilah Muspika, Babinsa Babinmas Kecamatan Cibeber, pembentukan tersebut dilakukan secara serentak di 14 Desa mulai tanggal 14-15/06/2021. di sejumlah desa di kecamatan Cibeber. 15 Juni 2021

Camat Cibeber Khaerudin mengatakan pemilihan Pilkades serentak di kabupaten Lebak sekarang sudah masuk dalam tahapan pembentukan panitia desa oleh BPD desa masing masing, sementara Pilkades sekarang aga beda karena Pilkades tahun ini harus dengan protokol Covid-19, dimana desa akan membagi tempat pemilihan (TPS) didesa dengan beberapa TPS, dimana setiap TPS tidak boleh melebihi dari 500 orang,Pemilih,


Sementara untuk anggaran biaya Pilkades itu di tetapkan tidak boleh lebih dari 40 juta dan bisa dianggarkan dari alokasi dana desa (ADD) dan juga dana desa (DD) dan sesuai ketentuan untuk prokes di dalam pelaksanaan Pilkades bisa di ambil dari alokasi dana desa di Bidang PPKM mikro yang sebesar 8% tetapi anggaran keseluruhan tidak boleh lebih dari 40 juta. Ucapnya.

Untuk tahapan Pilkades Kabuapten Lebak sudah mengeluarkannya, bagi desa yang akan melakukan pilkades agar mempublish. semua tahapan Pilkades Atau bikin pengumuman pada masyarakat.

Sejumlah Desa Di Kecamatan Cibeber Lakukan Pembentukan Panitia Pilkades Serentak 2021
Musdes Pembentukan Panitia Pilkades Desa Wanasari Kec.cibeber Lebak Banten

Sementara Sobari Ketua paguyuban perangkat desa (prades) kecamatan Cibeber menambahkan, hampir semua desa yang akan melakukan Pilkades serentak merasa kebingungan dengan nominal anggaran yang ada, dimana di semua desa paling besar anggaran yang tersedia hanya 24 juta bahkan ada yang 20 Juta, sementara kebutuhan pilkades mencapai 40 juta,

Terus terang ketika kita melihat aturan di Permendagri nomor 27 tahun 2020 jelas kegiatan Pilkades di biayai dari APBD dan dari dana desa hanya di berikan anggaran untuk prokes pelaksanaan Pilkades yakni di anggarkan dari dana desa (DD), dari kegiatan PPKM mikro desa yang 8%, ucapnya.

Lanjut Sobari Dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar kami berharap pihak DPMD atau ibu bupati memberikan solusi baru sebab anggaran dari ADD habis untuk Siltap, Operasional pemerintahan desa/Belanja Habis pakai, untuk tambahan biaya Pilkades dari ADD aga sulit melakukan pergeseran,

Saya mewakili kawan – kawan prades di Kecamatan Cibeber agar kiranya ada solusi karena kalo harus mengambil anggaran dana desa (DD) dari pisik kami belum mendapatkan dasar hukum atau petunjuk dari kabupaten . Pungkasnya.(Hs/Citonk)