News  

Sat Narkoba Polres Jeneponto Berhasil Lumpuhkan (DPO) Terpidana Kabur Dari Rutan KELAS 2B jeneponto.

Sat Narkoba Polres Jeneponto Berhasil Lumpuhkan (Dpo) Terpidana Kabur Dari Rutan Kelas 2B Jeneponto.

JENEPONTO, LIPUTAN4.COM – penangkapan terhadap pelaku daftar pencarian orang (DPO) di Kampung Baddo Pangkayya Desa Tuju Kec. Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. selasa 29/04/20.

TIM OPSNAL Sat Narkoba Polres Jeneponto yang di pimpin oleh Kanit Opsnal IPDA SUNARDI, S.Pd telah melakukan penangkapan terhadap Terpidana  yang melarikan diri beberapa hari yang lalu dari Rutan Kelas 2 B Jeneponto Kasus Narkoba, ini identitasnya:


Nama : USMAN BIN MUSU

Umur : 31 TAHUN

Pekerjaan : WIRASWASTA

Alamat : Dusun baraya, desa borong tala, kecamatan tamalatea, kabupaten jeneponto.

Sebelumnya terpidana  menjalani Proses hukum di Sat Narkoba Polres Jeneponto dengan sangkaan Pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf A UU RI no 35 2009 tentang narkotika (pengedar dan pengguna)

Kepala Rutan Klas II B Jeneponto melayangkan surat ke Polres Jeneponto No:W.23.PAS.24-PK.01.01.289 perihal permohonan bantuan penangkapan pelarian WBP AN. Usman Bin Musu tertanggal 20 April 2020.

menindak lanjuti surat tersebut kemudian Tim Sat Narkoba Polres Jeneponto melakukan pencarian terhadap terpidana.
Pada hari  selasa tanggal 28 April 2020, sekitar pukul 23:00 wita, Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Jeneponto mendapat informasi bahwa DPO USMAN BIN MUSU, yg merupakan terpidana kasus Narkoba yg lari dari RUTAN Kelas 2 B Jeneponto berada disalah satu rumah warga di Kampung Baddo Pangkayya Desa Tuju Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.

sehingga tim segera berkoordinasi dengan Pihak Rutan Kelas 2 B dan Anggota Polsek Bangkala melalui Kanit Res Bangkala,  kemudian tim langsung bergerak mengarah Desa Tuju lokasi yang dimaksud  sekitar pukul 24.00 wita dari kantor Polres Jeneponto menuju  ke Polsek Bangkala dan berkoordinasi polsek bangkala melalui Kanit Res Bangkala.

selanjutnya tim  bergerak menuju ke lokasi atau rumah diduga tempat persembunyian pelaku, dan pada hari rabu tgl 29 april 2020 sekitar jam 01.00 wita setelah sampai di lokasi maka  Tim Opsnal mengepung rumah tersebut.

kemudian 2 (dua) orang anggota naik dirumah mengetuk pintu untuk memastikan pelaku ada didalam rumah, namun pada saat diketuk, ternyata pelaku berada diteras rumah yang saat itu dalam kondisi remang – remang/gelap.

pada saat itu juga terlihat nampak pelaku mengayunkan sebilah parang sambil mendekati anggota tim namun anggota langsung mengeluarkan senjata api, kemudian menyuruh pelaku untuk tenang dan menyerahkan diri, namun pelaku tidak menghiraukannya dan pelaku langsung melompat dari atas rumah.

setelah mendarat, pelaku terjatuh bersama dengan parangnya dan kemudian pelaku mencabut lagi sebilah badik ingin menyerang anggota yang berada di kolong rumah, sehingga personil melakukan tembakan peringatan sebanyak 5 kali namun pelaku tidak mengindahkannya dan malah semakin mengacungkan badiknya secara brutal.

sebelumnya personil terlebih dahulu sudah  mengepung tempat pelariannya namun pelaku tetap melakukan perlawanan secara terus menerus sehingga dengan keadaan mendesak dan sangat perlu untuk menyelamatkan anggota dari ancaman yang membahayakan nyawanya.

Masih di tempat yang sama, pelumpuhan dilakukan dengan penembakan ke arah pelaku hingga mengenai paha kanan sebanyak 1 kali, namun pelaku masih saja melakukan perlawanan dengan mengayunkan badik kearah anggota sehingga dilakukan lagi penembakan kearah pelaku sebanyak satu kali dan mengenai punggung sebelah kanan.

hingga akhirnya pelaku melepaskan badiknya dari tangannya dan anggota pun langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang dalam keadaan masih bernafas dan bergerak dalam perjalanan, akan tetapi setelah sampai di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa pelaku telah meninggal dunia, Pungkasnya. (*)

[zombify_post]