Samudramakmur Tbk (LEAD) Mendapatkan Kontrak Baru Sebesar US$ 13 Juta Hingga Akhir Juni 2022

Samudramakmur Tbk (Lead) Mendapatkan Kontrak Baru Sebesar Us$ 13 Juta Hingga Akhir Juni 2022

JAKARTA, Liputan4.com | PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mendapatkan kontrak baru sebesar US$ 13 juta hingga akhir Juni 2022. Dengan capaian tersebut, LEAD telah mengantongi 48% kontrak baru dari target sebesar US$ 27 Juta tahun ini
“Kontrak baru yang kami peroleh ini berasal dari perusahaan minyak seperti PHM, PHE NSO, Premier Oil dan lainnya,” kata Eddy Kurniawan Logam, Presiden Direktur PT Logindo Samudramakmur Tbk dalam paparan publik, Rabu (20/7).

Eddy mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan mulai menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari utilisasi kapal yang meningkat di semester pertama tahun ini.


Sampai Juni 2022, rata-rata utilisasi kapal mereka berkisar 75%. Realisasi ini diakui meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. LEAD sendiri memiliki 41 unit kapal yang beragam antara lain Anchor Handling Tug Supply (AHTS) dan AHTS Dynamic Positioning.

Di tahun ini perseroan belum memiliki perencanaan untuk menambah unit kapal karena masih fokus pada utilisasi. Oleh karena itu, belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 2,3 juta dialokasikan untuk peremajaan kapal-kapal milik Logindo.

Dengan meningkatnya utilisasi, emiten perkapalan yang bergerak di bidang eksplorasi vessel minyak dan gas bumi tersebut optimis untuk mencapai target-target di tahun ini. Di mana, LEAD memasang target pendapatan sebesar US$ 27 Juta dan menargetkan rugi bersih di bawah US$ 2,7 juta.

“Kami berharap utilisasi kapal bisa meningkat, sehingga otomatis pendapatan bisa meningkat,” lanjut Eddy.

Hanya saja, persoalan harga sewa kapal dianggap masih belum bernasib baik bagi perusahaan kapal offshore seperti LEAD.

Eddy bilang, saat ini harga sewa kapal belum kembali normal seperti sebelum tahun 2014. Sejak tahun itu harga sewa kapal terpangkas sekitar 50%.

Meskipun harga sewa kapal diakui memang sedikit meningkat, tetapi belum banyak berpengaruh. Hal itu karena baru dapat diterapkan untuk kontrak pendek seperti 7 hari atau 14 hari.

Kendati demikian, LEAD memandang bahwa permintaan sewa kapal diprediksi dapat meningkat di tahun-tahun mendatang. Hal itu sejalan dengan harga minyak dunia yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Indonesia.

Serta, rencana pemerintah melalui SKK Migas untuk memproduksi minyak 1 Juta barel/hari diharapkan bisa berdampak baik bagi permintaan sewa kapal perseroan.

“Kami mengapresiasi langkah SKK migas dan pemerintah untuk mencapai target 1 juta barel per hari. Seperti kita tahu, kebutuhan energi akan semakin meningkat. Maka diyakini kebutuhan kapal akan semakin meningkat,” pungkas Eddy.

(Yani)

Print Friendly, Pdf & Email