Sambut Tahun Baru Islam 1442 H, Warga Desa Cenlecen Pamekasan Gelar Pawai Obor Diiringi Musik Daul

Sambut Tahun Baru Islam 1442 H, Warga Desa Cenlecen Pamekasan Gelar Pawai Obor Diiringi Musik Daul

Liputan4.com, Pamekasan – Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H/2020 Masehi, di Desa Cenlecen Pakong Pamekasan Madura, Jawa Timur, pada Rabu (19/08/20) malam, berlangsung hikmah dan meriah.

Kemeriahan pawai obor yang bernuansa Islami, nampak sepanjang ruas jalan Desa Cenlecen dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan dalam menyambut tahun baru Islam 1442 H/2020 M.


Lokasi titik kumpul peserta pawai obor di depan Madrasah ibtidaiyah Miftahul Khair, berjalan kearah timur dijalan raya Desa Cenlecen kecamatan Pakong, Pamekasan, Jawa Timur. Kembali lagi kebarat Finis disamping masjid Haibatullah.Sambut Tahun Baru Islam 1442 H, Warga Desa Cenlecen Pamekasan Gelar Pawai Obor Diiringi Musik DaulFoto Dekorasi Musik Daul Phuser Bhumi di garis Finis

Pelaksanaan pawai obor turut dimeriahkan oleh beberapa Musik tradisional, salah satunya adalah musik Daul Dug Dug (Musik Daul) PHUSER BHUMIH.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Cenlecen, perayaan menyambut tahun baru Islam 1442 H/2020 M ini memiliki filosofi hijrah ke arah yang lebih baik, sebagaimana makna tersirat tentang hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah dalam rangka menyampaikan pesan-pesan Illahi untuk memperbaiki akhlak dan moral seluruh umat manusia.

“Kegiatan pawai obor bukan sekedar berkeliling sambil membawa lentera obor di tangan. kegiatan massal yang sudah dilakukan secara rutin selama 5 tahun ini juga mengandung makna mendalam,” Demikian dijelaskan oleh tokoh masyarakat yang juga mengawal paling depan dalam kegiatan tersebut.

Pawai obor adalah iring-iringan sekelompok orang yang dilakukan dengan berkeliling di jalan raya Desa Cenlecen menggunakan baju muslim sambil membawa obor yang terbuat dari bambu.

Rombongan pawai ini diiringi beberapa musik tradisional Seperti musik Daul atau musik Dug Dug. Sambil berkeliling, masyarakat sambil mengumandangkan salawat dan puji-pujian kepada Allah SWT sebagai ungkapan rasa syukur karena diberi kesempatan untuk merasakan momen pergantian tahun dalam kalender Islam.

Pawai obor dilakukan saat malam hari setelah pergantian tahun, karena dalam Islam pergantian hari dimulai sejak tenggelamnya matahari. Tidak Ada aturan ataupun syarat mutlak untuk mengikuti iring-iringan ini, pawai bisa diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan.

"Dari sini menandakan pawai obor sebagai salah satu kegiatan yang bisa mempererat tali silaturahmi." Pungkasnya.

salah satu penonton Rahem bersama istri dan anaknya merasa senang karena sudah lama tidak ada hiburan salam ini.

" Saya sangat bangga terhadap Desa Cenlecen yang bisa menggelar acara semeriah ini. tentunya acara ini tidak lepas dari dukungan dari kepala Desa Cenlecen dan jajarannya." Katanya sambil mengabadikan momen acara dengan Handphone nya.

[zombify_post]