Salah Satu Oknum PNS di Kolaka Utara di Duga Melakukan Penggelapan

Liputan4.com, Kolaka – Maraknya terjadi penyalahgunaan wewenang pada setiap daerah yang ada di Indonesia yanga di lakukan oleh para oknum PNS seperti salah satu kasus Gratifikasi termasuk tindak pidana. Landasan hukumnya adalah UU 31/1999 dan UU 20/2001 Pasal 12. Penerima gratifikasi diancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Berdasarkan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Namun hal tersebut seolah – olah tidak mempan bagi para oknum PNS seperti yang di laporkan oleh korban dari sala satu oknum PNS yang ada di Kolaka Utara.

Team kuasa non litigasi (Jenne Carolyne) kepada liputan4.com pada saat di temui di polres kolaka Utara saat setelah melakukan pelaporan tindak pidana penggelapan, hari kamis, 17/09/2020, ia mengatakan bahwa Ada batasan-batasan yang perlu di pahami sebagai PNS seperti berupa sumbangan dan politik kami sebagai kuasa nonlitigasi telah di perdaya oleh oknum PNS tersebut yang berinisial (AG) Abdul ganing, SP.d, biasa di sebut Laganing,/kepala sekolah di salah satu SDN yang ada di kolaka Utara, dia telah memanipulasi data-data , dengan memanipulasi tanda tangan omnya sendiri dia telah menggelapkan dana padahal kita ketahui bahwa dia hanya berkapasitas sebagai juru bicara perwakilan para rumpun keluarga.

Saya membenarkan dan saya membantu menyarangkan korban untuk membuat kuasa untuk menerima dana dan menyertakan kuitansi agar tidak ada fitnah di kemudian hari. Namun Ternyata oknum PNS tersebut melawan bahkan sampai melakukan diskriminasi dengan mengeluarkan bahasa yang kurang baik untuk membenturkan antara keluarga rumpung, sepupunya, dengan niat ingin menghadirkan massa agar saling berbenturan satu sama lain.-Pungkasnya

Kami masi menunggu niat baik oknum PNS tersebut agar mengembalikan dana yang telah di gelapkan itu kepada rumpun keluarga,
Pemilik rumpun seorang Belle adalah keempat Orang:
1. LUBIS
2 GANING CARI
3. SAWE/ SAHERANI
4. LUKMAN
Jika hal itu tidak di indahkan maka laporan kami, akan kami lanjutkan sampai ke Tingkat selanjutnya.-Ucapnya

Dengan adanya kejadian ini kami sangat menyesalkan perbuatan oknum PNS tersebut dan kami sangat berharap kehadiran para awak media yang ada di kolaka utara sebagai social control di tengah masyarakat serta menyuarakan suara – suara kebenaran demi terciftanya keadilan bagi seluruh rakyat indonesia terutama bagi para korban yang membutuhkan keadilan.- Tambahnya

(R) Kifli
(E) Muh. Zulkifli, S.H

Leave a Reply