Rumah Zakat Lombok Salurkan Bantuan Qur’an ke KLU

Liputan4.com – KLU | Kabupaten Lombok Utara terus berbenah setelah beberapa tahun yang lalu diluluhlantahkan oleh musibah gempa bumi yang memakan cukup banyak korban. Musibah tersebut di samping merenggut ratusan korban nyawa, juga memporakporandakan pemukiman warga, sarana pendidikan, perkantoran, rumah sakit serta rumah ibadah yang tak terhitung jumlahnya. Pemerintah Pusat pun langsung mencanangkan program-program untuk membantu warga Kabupaten ini.
Sampai saat ini pembangunan rumah sederhana untuk para korban masih berjalan. Roda perekonomian pun sudah berjalan normal meskipun sisa-sisa reruntuhan masih saja terlihat.
Mengingat betapa warga KLU sangat membutuhkan pendampingan dan bantuan baik berupa bantuan materil maupun sprituil, Rumah Zakat Lombok kembali hadir dan turun langsung ke beberapa lokasi korban gempa.

Foto bersama Koordinator Relawan Nusantara, Juliansyah, perwakilan santri TPQ Zawil Qur’an Dusun Teluk Kombal dan Pimpinan TPQ Ust Syafawi

Rumah Zakat Lombok kembali menyalurkan bantuan kepada warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang terdampak langsung musibah gempa yang terjadi dua tahun silam. Kali ini, Ahad 18/10, Rumah Zakat Lombok (Relawan Nusantara ) memberikan bantuan berupa mushaf al Qur’an ke dua titik yaitu TPQ Zawil Qur’an Dusun Teluk Kombal Pemenang Barat dan TPQ Nurul Hidayah Dusun Kerujuk Pemenang Barat. Bantuan tersebut berupa mushaf al Quran sebanyak 50 buah dan Iqro’ jilid 1 sd 6 sebanyak 35 buah.
Koordinator Relawan Nusantara Lombok Juliansyah sendiri turun langsung ke lokasi diiringi beberapa staf dan Relawan. Rombongan yang disambut dengan sangat antusias oleh pimpinan TPQ Zawil Qur’an, Ustadz Syafawi.
Dalam sambutannya, Ust. Syafawi menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam atas bantuan Rumah Zakat. “Kami atas nama pimpinan TPQ menghaturkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Tim Relawan Nusantara.” katanya terharu.
Ustadz setengah baya ini mengatakan bahwa lembaga yang diasuhnya ini jarang mendapatkan kunjungan dari para donatur. “Jarang sekali kami dikunjungi, bahkan mungkin inilah kali pertama kami dikunjungi oleh lembaga donatur sejak lembaga kami terbentuk,” katanya.
Rombongan Relawan Nusantara disambut di gedung sederhana TPQ Zawil Qur’an, lengkap dengan puluhan santrinya. Ust. Syafawi kemudian menjelaskan jumlah santri yang dibinanya. “Jumlah semua santri yang mengaji sebanyak 70 orang yang berasal dari warga sekitar, dan jumlah guru sebanyak 2 orang,” paparnya. Sementara bangunan TPQ berdiri di atas tanah milik pribadi. Menurut Ali Thoyyibiin, salah seorang pendidik, lokasi sudah disiapkan namun tempatnya masih berupa lahan kosong.
Dalam acara serah terima bantuan, rombongan Relawan Nusantara meluangkan waktu sebentar untuk menyemangati para santri. Salah seorang Relawan, Haidir, memandu para santri untuk mengaji bersama dan mengadakan permainan yang bermuatan materi pengajaran, dan para santri mengikuti dengan penuh semangat.
Menjelang pukul 12.00 rombongan pamit kepada tuan rumah untuk meninggalkan lokasi TPQ. (MI)

 

Leave a Reply