PPDB KOTA MEDAN 2022

Rumah Ibadah Suluk Wadah Berzikir Capai Hati Yang Ikhlas, Bersih dan Cerdas

Rumah Ibadah Suluk Wadah Berzikir Capai Hati Yang Ikhlas, Bersih Dan Cerdas

Liputan4.com, Palembang – Pondok pesantren Kiai Marogan diresmikan  jadi pusat rumah suluk Darus Sholihin Thariqot Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah yang bertempat di jalan Yusuf Zein Talang Jambe Palembang, minggu (13/3/22).

Kegiatan di rumah ibadah suluk telah berlangsung selama 10 hari dari tanggal 4-13 Maret 2002, Kegiatan diikuti 700 orang jemaah baik dari Sumatera Selatan bahkan dari seluruh Indonesia, hadir ditengah acara pemimpin Thariqot Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Buya Dr. Syekh Muhammad Nur Ali, S.Ag., M.Hum.


Rumah Ibadah Suluk Wadah Berzikir Capai Hati Yang Ikhlas, Bersih Dan Cerdas

Dalam wawancara dengan Syekh Muhammad Nur Ali, dalam menyikapi permasalahan sosial yang terjadi begitu komplek beliau mengatakan, tentu yang paling penting manusia itu kuncinya dihatinya kalau hatinya belum bisa baik maka bicara, pandangan dan berfikirnya enggak baik. Maka untuk supaya hatinya baik berangkat dari zikir yang ikhlas, zikir yang ikhlas mendatangkan hati yang bersih, hati yang bersih mendatangkan berfikir benar dan berfikir benar mendatangkan kecerdasan”, ujarnya.

Rumah ibadah suluk adalah kegiatan berzikir secara terus-menerus mengingat Allah, meninggalkan pikiran dan perbuatan duniawi hanya untuk mendekatkan diri dan memperoleh keridhaan Allah.

Ketua panitia sekaligus pemimpin pondok pesantren Kiai Marogan Ustadz Masagus Fauzan Yayan., S.Q., mengatakan, jadi ini suluk perdana selama sepuluh hari, rumah suluk ini ada di setiap propinsi termasuk disini yang ada di Palembang. Kegiatan suluk akan diadakan setiap bulan, kami di pesantren Kiai Marogan adalah murid dari syekh Muhammad Nur Ali, jadi selain mendidik anak santri di pondok pesantren juga diadakan suluk bagi masyarakat Palembang yang ingin berzikir dan mendapatkan hati yang tenang”, katanya.

Print Friendly, Pdf & Email