Ruang Isolasi Rsud Aws Penuh, Pasien Covid-19 Menumpuk Di UGD

Reporter: Muh Fajar Kategori: Kalimantan Timur, Life Health, Pemerintahan
  • Bagikan
Ruang Isolasi Rsud Aws Penuh, Pasien Covid-19 Menumpuk Di UGD

LIPUTAN4.COM, SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) mengumumkan bahwa Unit Gawat Darurat (UGD) ditutup sementara. Meski bersifat sementara, hingga saat ini belum diketahui pasti kapan UGD RSUD AWS akan dibuka kembali.

“Jika pasien yang masuk ke dalam waiting list di UGD sudah mendapatkan tempat di ruang isolasi, dan peningkatan jumlah pasien Covid-19 ini bisa turun, insyaAllah UGD baru bisa kami buka kembali,” ujar Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dr Arysia Andhina, pada hari ini, Sabtu (10/7/2021).

Dirinya menambahkan bahwa penutupan ini akibat stagnasi yang terjadi di UGD. Hal ini bisa terjadi usai meningkatnya jumlah pasien Covid-19 bergejala berat yang datang maupun dirujuk ke rumah sakit milik Pemprov Kaltim ini.

“Penutupan ini bersifat sementara karena terjadi stagnasi di UGD. Jumlah pasien yang masuk tidak bisa kita distribusikan ke ruangan isolasi Covid-19, hal ini karena kondisi ruangan yang juga penuh,” jelasnya.

Pihak RSUD AWS juga telah melakukan upaya peningkatan jumlah kapasitas tempat tidur di UGD dengan memaksimalkan ruangan yang ada.

“Saat ini penuh sekali, jadi kapasitas ideal itu tidak bisa kita terapkan karena banyaknya jumlah pasien yang masuk. Sehingga terpaksa kita lakukan pemaksimalan ruang IGD,” tambahnya.

Peningkatan jumlah pasien yang sangat tinggi saat ini diperkirakan menyentuh 100 persen, kondisi ini juga diperparah dengan puluhan nakes RSUD AWS yang tengah melakukan isolasi mandiri karena terindikasi terpapar Covid-19.

Dikabarkan ada 72 nakes RSUD AWS yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Meski begitu, dirinya memastikan bahwa pelayanan masyarakat yang datang dalam kondisi darurat umum tetap akan dilayani.

Karena lokasi ruang UGD umum dan UGD Covid-19 letaknya terpisah.

“Untuk pasien darurat lain seperti korban kecelakaan kami pastikan dapat tetap tertangani, karena ruang UGD biasa berbeda dengan UGD Covid,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan