"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Rotua Wendeilyna Simarmata Kenang Pahlawan Hidupnya Sang Ibu Rusli Aminah Boru Pasaribu

  • Bagikan
Rotua Wendeilyna Simarmata Kenang Pahlawan Hidupnya Sang Ibu Rusli Aminah Boru Pasaribu

LIPUTAN4.COM,JAKARTA- Di hari Pahlawan yang tepat jatuh pada hari ini, tanggal 10 November, berbagai kisah kepahlawanan dapat dikisahkan. Salah satu pahlawan dalam hidup adalah perjuangan seorang ibu.

Rotua Wendeilyna Simarmata Kenang Pahlawan Hidupnya Sang Ibu Rusli Aminah Boru Pasaribu

Seperti yang digambarkan Dr drh Rotua Wendeilyna Simarmata, seorang dokter hewan yang cukup dikenal luas di masyarakat.

“Setiap kali saya menginginkan sesuatu barang yang bagus berharga mahal, pastilah ibu saya mengulang kembali ceritanya tentang proses kelahiran saya di Rumah Sakit Elisabeth Medan. Sampai sekian jam tak ada tanda tanda saya mau lahir, membuat ibu saya merasa kesakitan dan kelelahan, namun setelah opung saya Somuntul Bunga Jalan Pasaribu gelar Tuan Sariburaja (ayahanda dari ibu saya) datang membawa baju – baju baru yang berharga cukup mahal di waktu itu, dan digantungkan agar ibu saya bisa melihat baju baru nya itu, langsung saja ibu saya mengalami sakit yaitu siap untuk melahirkan saya,”tuturnya.

Ia mengisahkan, ketika menyebut namanya, secara spontan sang peramal terlompat. “Wah ….anak ibu yang ini akan banyak mengalami kekejutan hidup,”tambahnya.

“Ibu saya Rusli Aminah boru Pasaribu adalah penyemangatku, idolaku, perempuan kuat yang telah menempaku hingga aku mampu tegar, melewati masa masa sulit dalam perjalanan hidupku,”jelasnya.

Menurutnya hal yang paling ia sukai dari ibunya itu adalah nasehatnya ‘capailah gelar setinggi tingginya, karena jarang perempuan Batak yang memiliki gelar formal akademik yang tinggi’. Untuk itulah ibu saya Rusli Aminah boru Pasaribu, berjuang keras hingga memiliki gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari UnPad Bandung. “Harta dan jabatan bisa lenyap kata ibu saya tapi gelar akan melekat bahkan sampai di batu nisan,”terangnya.

Di hari Pahlawan ini, iapun mengenang perjuangan ibundanya. “Aku sampaikan bahwa aku beruntung dan bangga jadi anakmu. Mama adalah pahlawanku. 6 tahun sudah kita berpisah, rasa sedih masih melekat dihatiku. Aku rindu padamu – Selamat Hari Pahlawan buat mamaku : Rusli Aminah boru Pasaribu,”tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

38
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

21
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

35
1
0