Ribka Tjiptaning: Presiden Memilih Menteri Kesehatan Tanpa Memiliki Latarbelakang Kesehatan.

Reporter: Redaksi Papua Topik: Jakarta, Nasional, News
  • Bagikan
Ribka Tjiptaning: Presiden Memilih Menteri Kesehatan Tanpa Memiliki Latarbelakang Kesehatan.

Liputan4 – Jakarta| Rapat Komisi IX dengan menkes Yang Digelar pada selasa (12/01/2021) menjadi sorotan publik pasalnya, Ribka djiptaning mempertanyakan Penanganan kesehatan yang dipimpin Menteri Kesehatan (Menkes) bukan Berlatarbelakang Dr.

Komisi IX dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning mengeluarkan unek-uneknya saat bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang tidak memiliki latar belakang kedokteran.


Ia juga sempat mengkritik strategi Budi untuk mengatasi ketersediaan tenaga kesehatan yang menangani pandemi Covid-19.

Keduanya bertemu dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen, Selasa (12/1/2021). Perdana bertemu secara langsung, membuat Ribka mengawali pembicaraan terkait latar belakang Budi

“Saya pengin tahu politik kesehatan ke depannya apa atau pengin jadi menteri kesehatan ini Jokowi hanya untuk selama menangani vaksin aja, tidak kan,” kata Ribka dikutip melalui YouTube DPR RI, Selasa,(12/01/2021).

Ribka     mengutarakan kebingungannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang memilih menteri kesehatan tanpa memiliki latar belakang kesehatan. Pasalnya, Budi merupakan mantan Wakil Menteri BUMN dan lulusan jurusan Fisika Nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mangkanya saya agak heran menteri kesehatan bukan dari dokter padahal saya pikir-pikir kalau secara eselon sudah banyak juga,” ujarnya.

“Tiba-tiba yang latar belakang ahli nuklir, apa ini mau dibom semua ini Covidnya? Cara penanganannya? Latar belakangnya ekonomi terus tadi pernah jadi wamen BUMN, masalah dagang-dagang,” seloroh Ribka mengundang tawa audiens.

Dalam kesempatan tersebut, Ribka juga sempat menyinggung soal strategi Budi untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan Covid-19.

Sebelumnya, Budi memaparkan bahwa siswa yang baru lulus tidak perlu mengambil sertifikat tanda registrasi agar bisa langsung bekerja menjadi nakes Covid-19. Dengan begitu, menurutnya bisa mengurangi tekanan nakes-nakes yang sudah kelelahan.

Namun, menurut Ribka permasalahan utamanya adalah bukan perihal surat tanda registrasi (STR) namun birokrasi untuk para dokter. Kata dia, ada 5 ribu lulusan kedokteran yang belum juga mendapatkan pekerjaan.(Red)

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan