Resmi Masuk Pasar Inggris, Xiaomi Acak-acak Pasar Samsung dan Apple

LONDON –  Perusahaan teknologi asal China mantap melebarkan bisnis ke Inggris pada tahun 2019. Langkah ekspansi ini ditandai dengan peluncuran tiga produk anyar yakni ponsel pintar, gelang kebugaran, dan skuter listrik.

Xiaomi membuka toko di perbelanjaan di Westfield Shepherd’s Bush di London. Pusat perbelanjaan ini juga memiliki toko produk Apple.

Peluncuran Xiaomi di Inggris, memperluas kehadiran rakitan asal negeri bambu ini di pasar Eropa Barat. Sebelumnya Xiaomi telah menyasar pasar Spanyol, Prancis, dan Italia.

Xiaomi memiliki rekam jejak dalam menentukan harga produk yang kompetitif.

Perusahaan mengambil strategi dengan mengoptimalkan pendapatan dengan fokus pada mengenjot penjualan volume di bandingkan peningkatan laba.

Guna menyakinkan pasar akan kualitas produk, sejak awal tahun, Xiaomi akan membatasi margin laba bersih setiap perangkat kerasnya menjadi 5%.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC) penjualan yang mencatatkan penjualan cemeralng adalah Xiaomi dan Huawei. Sedangkan pesain lain, Samsung, Apple, Oppo, dan lainnya cenderung stagnan dan menurun.

Guna menyasar pasar Inggris, Xiaomi telah menyiapkan ponsel dengan tipe Mi 8 Pro yang dibekali dengan sistem operasi Android.

Selain itu dilengkapi dengan sensor sidik jarii berlayar 15,7 cm. Ponsell berbadan kaca transparan.

Ponsel ini akan dibanderol mulai dari £ 499. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan ponsel model premium yang dijajakan oleh Apple, Samsung, HTC, Sony, dan Huawei di Inggris.

“Xiaomi akan memperluas jangkauan produk di Inggris pada 2019. Mungkin juga akan meluncurkan sub-merek Poco. Perusahaan juga tidak memiliki rencana untuk mengadakan penjualan dengan sistem Flash sale yang terkenal di Inggris,” ujar Co-founder Xiaomi, Xiang Wang seperti diberitakan oleh BBC, Kamis (8/11/2018).

Konsultan dari Strategy Analytics Neil Mawston bilang ketika Xiaomi memasuki suatu negara mereka hampir selalu tumbuh dangat cepat. Misalnya di India, Indonesia, Rusia, dan sekarang Ia melihat pertumbuhan yang pesat di Spanyol.

“Pemain yang paling berisiko kehilangan penjualan di Inggris akibat masuknya Xiaomi adalah Samsung, Huawei, TCL, Alcatel, dan ZTE. Sedangkan Apple memiliki kemungkinan aman karena bermain pada produk dengan harga yang lebih tinggi,” jelas Mawston.

Pakar lain dari CCS Insight Ben Wood bilang memasuki pasar Inggris memiliki tantangan kareana pasar ponsel Inggris sudah begitu ketat. Sedangkan James Smith dari Futuresource Consulting menyatakan Xiaomi memilikiu peluang di Inggris pasca keluarnya negara dari Uni Eropa.

“Hal ini akan menyebabkan konsumen mengendalikan pengeluaran tersier. Ketika pendapatan konsumen menurun, pasar Xiaomi akan meningkat karena menawarkan harga tidak terlalu tinggi untuk berbagai produk,” ujar Smith.

Leave a Reply