PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Rencana Kegiatan Rapat Banggar DPRD Lebak di Jakarta di Kritisi Aktivis Lebak

Pewarta: L4Banten Topik: Banten, Serba-Serbi
  • Bagikan
Rencana Kegiatan Rapat Banggar DPRD Lebak di Jakarta di Kritisi Aktivis Lebak

Liputam4.com LEBAK- Beredarnya surat dari DPRD Lebak Terkait kegiatan rapat Banggar DPRD Lebak yang akan melakukan rapat kerja dengan tim TP4D kabupaten Lebak yang rencananya akan di laksanakan di Jakarta pada hari Jum’at tanggal 10 September 2021 di Hotel Ciputra Jakarta mendapat tanggapan dan kritikan dari aktivis tokoh pendidikan dan pengamat kebijakan publik di Lebak. Kamis 9/9/2021

Unro Aljuhri Tokoh pendidikan di Lebak juga aktivis Senior mengomentari rencana Kegiatan Rapat Banggar DPRD lebak tersebut, Saya prihatin membaca surat Ketua DPRD Lebak yang ditujukan kepada Bupati Lebak terkait dengan rencana Rapat Kerja Anggaran di Jakarta, ini menunjukkan bahwa wakil rakyat tidak memiliki kepekaan terhadap situasi yang terjadi saat ini, wakil rakyat benar-benar tidak memiliki “Sense of Crisis”, ini namanya pemborosan.

Di saat pandemi ini seharusnya wakil rakyat memberikan contoh betapa pentingnya menghemat anggaran dan kesederhanaan. Ucapnya

Lanjut Unro Kenapa sih rapatnya tidak di Lebak saja, apakah Lebak sudah tidak nyaman untuk rapat para wakli rakyat.

“Kenapa sih rapatnya tidak di kawasan pantai yang ada di Lebak sebagai bukti mendukung Visi Bupati dan promosi wisata Lebak.

“Saya meminta kepada Ketua DPRD Lebak membatalkan rencana tersebut. Mari kita berikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Jangan pertontonkan bermewah-mewahan, apalagi menggunakan uang rakyat. Jangan menari-nari di atas penderitaan rakyat.

Aktivitas masyarakat dibatasi karena PPKM darurat, sementara wakil rakyat mempertontonkan sikap kemewahan.pungkas Unro.

Sementara Herdiana dari ( Koalisi Jaringan Akar Rumput ) Lebak selatan mengatakan, di Era Covid 19 idealnya Para pemangku Kebijakan Termasuk anggota DPRD Kab. Lebak kiranya dapat mengukur dan berkaca diri, di tengah Kesulitan ekonomi masyarakat yang kurang baik kiranya anggota dewan menahan diri untuk menikmati hasrat menghabiskan anggaran dengan melaksanakan pembahasan KUA dan PPAS di Ibukota Jakarta.

“Logika ini tidak nyambung dengan pembahasan KUA dan PPAS yang di butuhkan kenyamanan dan ketenangan padahal di Rangkas Bitung hal ini sudah tersedia, bahkan Rangkasbitung sebagai penyangga ibukota banyak masyarakat ibukota berlibur ke rangkasbitung jika terlaksana rapat KUA dan PPAS oleh Tim BANGGAR di ibukota logika ini terbalik jauh dari kata rasional.

Herdiana Juga Berkata, Kiranya jika masih ada anggaran jika berhemat idealnya bisa di alihkan ke hal” yang pro Rakjat yang hari ini masih merasakan dampak Covid 19 yg semakin tidak menentu, walaupun Pembahasan KUA Dan PPAS misalkan untuk Rakyat.

Kami koalisi jaringan akar rumput jika pembahasan KUA dan PPAS di luar Rangkasbitung sangat prihatin dan kiranya ini mencederai semangat pemulihan ekonomi di sektor perhotelan dan penyedia layanan wisata di kabupaten Lebak. pungkasnya (Hs)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan