REMBUK STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN CICALENGKA

Kab. Bandung-liputan4.com... Stunting merupakan bentuk gagalnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini dicirikan dengan tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Bukan hanya fisik, kecerdasannya juga terhambat. Ketika beranjak dewasa, si anak rentan terhadap penyakit, kegemukan, dan kurang berprestasi di sekolah. Kasus stunting masih banyak dijumpai di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat per 2018 sekitar 4 juta anak bawah dua tahun (baduta) Indonesia mengalami kondisi balita bertubuh pendek (stunting). Kondisi ini bisa mengancam bonus demografi yang akan dialami Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini tentunya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, tidak terkecuali di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Melalui kasie Pemberdayaan Kecamatan Cicalengka ibu Heny sriwardani, S.Sos Kecamatan Cicalengka melakukan rembuk stunting sebagai usaha awal dalam upaya pencegahan stunting. Dalam sambutannya ibu Heny Sriwardani sebagai pelaksana kegaitan stunting di kecamatan cicalengka mengatakan stunting merupakan pertumbuhan anak yang terganggu karena disebabkan berbagai faktor. Hal ini bisa dari makanan, lingkungan keluarga dan pola hidup ibu pada saat hamil dan menyusui. representasi. Serta diperlukan adanya penataan lingkungan pekarangan rumah dengan menanami tanaman yang dapat memberikan udara segar terhadap rumah. “ Bersama Tim inovasi desa kami akan melakukan pembentukan rumah desa sehat, untuk mencegah stunting. Sosialisasi dan penyuluhan akan dilakukan kepada kepala desa, TP PKk, ibu hamil, KPM, yang penting kita cegah stunting dan kematian ibu dan anak.”ungkapnya. Kegiatan rembuk stunting yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 30 Desember 2019 yang bertempat di aula kantor kecamatan Cicalengka diikuti oleh Ibu kepala desa/ ketua PKK desa, Kader PKK, KPM (kader pembangunan manusia), ibu hamil dan menyusui, serta di hadiri Bapak Camat Cicalengka. Dalam pelaksanaannya penanganan kasus stunting harus menitikberatkan pada pencegahannya bukan lagi pada proses pengobatan. Orang tua harus berperan aktif mengontrol tumbuh kembang anaknya masing-masing dengan memperhatikan status gizinya. Pertumbuhan dan perkembangan sesudah lahir harus naik atau baik dan apabila ada masalah harus segera dikonsultasikan ke dokter atau ahli gizi. Upaya pencegahan lebih baik dilakukan semenjak dini demi masa depan sang buah hati sebagai generasi penerus bangsa yang berhak tumbuh dengan sehat...( kuswandi )

Kab. Bandung-liputan4.com… Stunting merupakan bentuk gagalnya pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Hal ini dicirikan dengan tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya. Bukan hanya fisik, kecerdasannya juga terhambat. Ketika beranjak dewasa, si anak rentan terhadap penyakit, kegemukan, dan kurang berprestasi di sekolah.

Kasus stunting masih banyak dijumpai di Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat per 2018 sekitar 4 juta anak bawah dua tahun (baduta) Indonesia mengalami kondisi balita bertubuh pendek (stunting). Kondisi ini bisa mengancam bonus demografi yang akan dialami Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini tentunya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah, tidak terkecuali di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Melalui kasie Pemberdayaan Kecamatan Cicalengka ibu Heny sriwardani, S.Sos Kecamatan Cicalengka melakukan rembuk stunting sebagai usaha awal dalam upaya pencegahan stunting.

Dalam sambutannya ibu Heny Sriwardani sebagai pelaksana kegaitan stunting di kecamatan cicalengka mengatakan stunting merupakan pertumbuhan anak yang terganggu karena disebabkan berbagai faktor. Hal ini bisa dari makanan, lingkungan keluarga dan pola hidup ibu pada saat hamil dan menyusui.
representasi. Serta diperlukan adanya penataan lingkungan pekarangan rumah dengan menanami tanaman yang dapat memberikan udara segar terhadap rumah.
“ Bersama Tim inovasi desa kami akan melakukan pembentukan rumah desa sehat, untuk mencegah stunting. Sosialisasi dan penyuluhan akan dilakukan kepada kepala desa, TP PKk, ibu hamil, KPM, yang penting kita cegah stunting dan kematian ibu dan anak.”ungkapnya.

Kegiatan rembuk stunting yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 30 Desember 2019 yang bertempat di aula kantor kecamatan Cicalengka diikuti oleh Ibu kepala desa/ ketua PKK desa, Kader PKK, KPM (kader pembangunan manusia), ibu hamil dan menyusui, serta di hadiri Bapak Camat Cicalengka.

Dalam pelaksanaannya penanganan kasus stunting harus menitikberatkan pada pencegahannya bukan lagi pada proses pengobatan. Orang tua harus berperan aktif mengontrol tumbuh kembang anaknya masing-masing dengan memperhatikan status gizinya. Pertumbuhan dan perkembangan sesudah lahir harus naik atau baik dan apabila ada masalah harus segera dikonsultasikan ke dokter atau ahli gizi. Upaya pencegahan lebih baik dilakukan semenjak dini demi masa depan sang buah hati sebagai generasi penerus bangsa yang berhak tumbuh dengan sehat…( kuswandi )

Leave a Reply