"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

Putu Budiada Berharap Pemerintah Bantu Pengusaha Gilingan Padi

  • Bagikan
Putu Budiada Berharap Pemerintah Bantu Pengusaha Gilingan Padi

Liputan4.com, Samarenda – BUMI Raya dan Witaponda merupakan dua kecamatan di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai penghasil beras terbesar didaerah tersebut. Tak heran jika di dua kecamatan itu terdapat banyak usaha gilingan padi.

 

Salah satunya adalah gilingan padi Bumi Dewata Mandiri milik Putu Budiada, S.Sos yang terletak di antara desa Samarenda dan Lambelu Kecamatan Bumi Raya.

 

Kepada media ini, sebagai pengusaha beras, Putu Budiada mengungkapkan bahwa para pengusaha gilingan padi atau beras sekarang ini agak terkendala permodalan. Dimana, kata Putu Budiada, pihak perbankan belum mau memfasilitasi kredit usaha kepada UMKM terutama pengusaha yang bergerak di bidang pertanian karena terkendala persyaratan yang terlalu rumit.

 

“Pihak perbankan enggan memberikan kredit bagi pengusaha, alasannya karena kredit usaha rakyat diprioritaskan hanya untuk para petani bukan pelaku usaha yang berkaitan erat dengan petani,” tutur Putu Budiada, 02/11/2020.

 

Oleh karenanya, Putu Budiada berharap agar pemerintah dapat memfasilitasi pinjaman dengan metode Resi Gudang. Atau dapat di fasilitasi pinjaman kredit usaha dengan persyaratan yang tidak terlalu rumit.

 

“Gilingan padi ini adalah usaha yang sangat erat kaitannya dengan petani. Boleh dibilang, gilingan adalah tumpuan produksi beras petani. Karenanya menjadi penting untuk dibantu dalam hal permodalan agar usaha menjadi lebih lancar sehingga produksi beras bisa maksimal yang tentu saja tujuannya adalah kesejahteraan petani,” tambahnya.

 

Sementara itu, untuk membantu kelancaran petani dalam mengolah dan mengelola padi, Putu Budiada menuturkan bahwa pengusaha gilingan melakukan kerjasama dalam hal kemitraan, disaat musim pengolahan lahan petani dibantu biaya olah tanah, penanaman, dan biaya Saprodi yang dibayar setelah panen dipotong dengan hasil produksi.

 

Untuk saat ini, gabah hasil panen petani yang masuk ke gudang gilingan Bumi Dewata Mandiri berkisar 250 ton. Harga beras sendiri saat ini adalah Rp 8600/kg kualitas premium yang dan kualitas medium berada pada harga Rp 8400/kg.

 

Putu Budiada yang juga adalah salah seorang penggas organisasi pengusaha gilingan padi, Perpadi, juga mengharapkan agar pemerintah dapat memberikan kemudahan akses supaya pengusaha gilingan melalui Perpadi bisa menjalin kemitraan langsung sebagai suplayer beras ke perusahaan yang ada di Morowali. #(L4BMST)

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

38
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

21
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

35
1
0