PT Lonsum Tak Penuhi Keinginan Warga Muratara

MURATARA, LIPUTAN4.COM – Rapat mediasi Terkait masalah plasma milik desa bina karya sp5 kecamatan karang Dapo, seluas 240 Ha dengan pihak kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), masyarakat harus kembali dijanjikan dengan jalur penyelesaian membentuk team kecil.

Acara yang berlangsung di ruang bina praja pemkab mutarara, rapat yang di pimpin langsung oleh sekda Muratara, dihadiri oleh kepala dinas terkait, dinas pertanian dan perikanan, dinas pertahan , kasat pol PP, anggota Polsek karang Dapo, Polsek Rupit, kuasa hukum dari pihak pt.lonsum, kuasa hukum dari masyarakat, kepala desa bina karya, dan masyarakat desa bina karya sp5.


Dalam hal ini dijelaskan Indra Cahya selaku kuasa hukum dari masyarakat usai rapat di ruang bina praja pada ,(Selasa,7/1) hari ini kita memenuhi undangan dari sekda Muratara membahas tentang plasma seluas 240 Ha, milik desa bina karya sp5. Yang sampai dengan saat ini masih di kuasai oleh PT.lonsum .

Disitu juga Indra mengatakan, sepanjang perjalanan rapat tersebut, ada sedikit terjadi kisruh antara masyarakat dengan pihak kabupaten, dan masyarakat sebab dari beberapa pendapat masyarakat tidak bisa di realisasikan, atau di penuhi oleh pihak kabupaten sehingga masyarakat merasa dikecawakan.

Dalam rapat itu juga , ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan di tingkat yang lebih tinggi, mengingat permasalahan plasma tersebut sudah puluhan tahun tak kunjung usai.

Di rapat-rapat sebelumnya suda kita jelaskan kita meminta untuk dihadirkan pihak perusahaan, tetapi samapai dengan saat ini permintaan itu belum bisa di penuhi oleh pihak kabupaten.

Menurut saya pemerinta kabupaten itukan punya power untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, akan tapai mengapa samapai dengan saat ini pemerintah seolah-olah di permainan oleh pihak perusahaan, itu yang pertanyaan kami.

Solusi terahir dari pemkab mutarara , akan membuat atau membentuk team kecil untuk penyelesaian data-data baik itu dari pihak perusahaan atau pihak kabupaten.tukasnya.

Sementara itu, kepala desa bina karya sp5 Dumiyati mengatakan Alhamdulillah kami ucapakan terimaksi atas solusi yang di berikan oleh pihak kabupaten, dengan membentuk team kecil , untuk jalur penyelesaian permasalahan plasma milik desa bina karya sp5.

Kami sangat menyayangkan terhadap kabupaten Muratara, sebab pemanggilan kepada pihak kperusahaan oleh kabupaten tidak digubris atau tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak kabupaten.

Rapat pertemuan akan diadakan lada tanggal 17 Januari mendatang, jika tidak juga selesai maka kami dari pihak pemerintah desa tidak bertanggung jawab, jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan .
Tutupnya.

Dilain sisi tanggapan dari pemerintah kabupaten Muratara, melalui sekda Muratara, Alwi Roham Tindak.lanjut dari penyelesaian permasalahan plasma milik desa bina karya sp5, kita dari pihak kabupaten Muratara akan membentuk team kecil, guna penyelesaian.

Mungkin dalam waktu dekat inilah akan segera kita bentuk, dan akan kita panggil pihak perusahaan kita tidak ingin bola panas jatuh ditangan pemerintah daerah. Singkatnya.
(AKZ)

Print Friendly, Pdf & Email