PT. IFCS diduga berikan bantuan air kotor untuk warga Desa Wening Galih

Sabtu, 19 Oktober 2019. Jonggol, Kabupaten Bogor. Liputan4.com Warga Desa Wening Galih Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor sedang mengalami krisis air akibat kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau yang cukup panjang. Sehingga pemerintah daerah termasuk Perusahaan Swasta pun ikut andil dalam memberikan bantuan untuk warga di Desa Tersebut. Namun dari berbagai perusahaan yang berniat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air tersebut, satu Perusahaan yang berlokasi di Desa Wening Galih yakni PT. IFCS (Iron Fish Crushed Stone) diduga mengambil air dari sumber yang kurang layang untuk di salurkan ke warga, karena air yang diambil dari oleh mobil tangki pengangkut air bersih logo PT. IFCS kedapatan mengambil air disungai yang tidak layak, dan kotor. Menurut pengakuan warga jatinunggal Suro di bantaran kali Jatinunggal, tangki tersebut memang rutin mengambil air di sungai tersebut, dan menurut pengakuannya dirinya tidak mengetahui jika nantinya air tersebut akan digunakan untuk keperluan warga, karena airnya kotor dan tidak layak. "Kami tidak tahu jika tangki yang mengambil air tersebut nantinya digunakan untuk warga di Wening Galih, airnya memang kotor dan tidak layak, saya kira untuk menyiram tanaman" Ungkap suro. Disisi lain warga Desa Wening Galih Een mengatakan, airnya di salurkan oleh PT. IFCS memang kotor, dan jarang digunakan untuk keperluan minum, hanya untuk mencuci saja, warga berharap bantuan air yang betul-betul layak tidak berasal dari sumber air yang kotor. "Selama ini memang ada bantuan dari PT. IFCS, tp airnya kotor dan kadang suka bau, jadi kami tidak berani untuk minum, sementara untuk cuci saja, saya berharap air yang disalurkan adalah air yang layak, dan sumbernya tidak air dari sungai kotor". Ungkap een kepada Media Liputan 4.

Sabtu, 19 Oktober 2019.
Jonggol, Kabupaten Bogor. Liputan4.com Warga Desa Wening Galih Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor sedang mengalami krisis air akibat kekeringan yang disebabkan oleh musim kemarau yang cukup panjang. Sehingga pemerintah daerah termasuk Perusahaan Swasta pun ikut andil dalam memberikan bantuan untuk warga di Desa Tersebut.

Namun dari berbagai perusahaan yang berniat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air tersebut, satu Perusahaan yang berlokasi di Desa Wening Galih yakni PT. IFCS (Iron Fish Crushed Stone) diduga mengambil air dari sumber yang kurang layang untuk di salurkan ke warga, karena air yang diambil dari oleh mobil tangki pengangkut air bersih logo PT. IFCS kedapatan mengambil air disungai yang tidak layak, dan kotor.

Menurut pengakuan warga jatinunggal Suro di bantaran kali Jatinunggal, tangki tersebut memang rutin mengambil air di sungai tersebut, dan menurut pengakuannya dirinya tidak mengetahui jika nantinya air tersebut akan digunakan untuk keperluan warga, karena airnya kotor dan tidak layak.

“Kami tidak tahu jika tangki yang mengambil air tersebut nantinya digunakan untuk warga di Wening Galih, airnya memang kotor dan tidak layak, saya kira untuk menyiram tanaman” Ungkap suro.

Disisi lain warga Desa Wening Galih Een mengatakan, airnya di salurkan oleh PT. IFCS memang kotor, dan jarang digunakan untuk keperluan minum, hanya untuk mencuci saja, warga berharap bantuan air yang betul-betul layak tidak berasal dari sumber air yang kotor.

“Selama ini memang ada bantuan dari PT. IFCS, tp airnya kotor dan kadang suka bau, jadi kami tidak berani untuk minum, sementara untuk cuci saja, saya berharap air yang disalurkan adalah air yang layak, dan sumbernya tidak air dari sungai kotor”. Ungkap een kepada Media Liputan 4.

Leave a Reply