Proyek Siluman Bergentayangan di Simpang Ulim,

Proyek Siluman Bergentayangan Di Simpang Ulim,

Liputan4.com, Sabtu 22/08/2020 Aceh Timur – Proyek pengaspalan jalan Keude -Kuala Simpang Ulim kabupaten Aceh Timur yang sedang dikerjakan diduga proyek siluman, dalam pelaksanakan tidak dipasangi panplet proyek, diduga pihak rekanan telah melanggar Undang-undang nomor 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.
Proyek Siluman Bergentayangan Di Simpang Ulim,
Pihak rekanan bukan hanya telah melanggar undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, dimana masyarakat berhak mendapatkan akses informasi setiap kegiatan yang dikerjakan dengan menggunakan uang milik negara, Kemudian diduga kuat dalam pelaksanaan dikerjakan tak sesuai spek.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia( LAKI) Saiful Anwar kepada media ini Jumat 21 Agustus 2020


Saiful Anwar mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan dilpangan ” rekanan pelaksana proyek pengaspalan jalan Keude Simpang -kuala Simpang Ulim telah melanggar aturan keterbukaan informasi publik dan juga kuat dugaan material bes yang digunakan tak sesuai speksifikasi.
Proyek Siluman Bergentayangan Di Simpang Ulim,
Material bes yang digunakan tak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Kementrian PUPR, material bes bercampur tanah, menurut amatan campuran tanah capai 30 persen, beber Saiful Anwar.

Lanjut Saiful Anwar, ” Kita juga pertanyakan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh PPTK(Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan) dan Konsultan pengawas yang bertanggung jawab langsung dalam proses realisasi pekerjaan dilapangan.

Apakah mereka tutup mata, atau tidak pernah turun kelapangan, hanya menerima laporan dimeja, atau ada kongkalikong antara rekanan dengan PPTK dan Konsultan, tanya Saiful Anwar.
Proyek Siluman Bergentayangan Di Simpang Ulim,
Penggunaan material yang tidak sesuai spek adanya indikasi secara berencana untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tandas Saiful.

Sampai berita ini ditayangkan media ini belum berhasil mendapatkan konfirmasi dengan pihak PPTK Aceh Timur.

Reporter : Saif Aceh