Proyek Pengadaan Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) III Resmi Dilaporkan ke Kejati

Reporter: Syarif Hidayat Topik: Hukum & Kriminal
  • Bagikan
Proyek Pengadaan Kapal Dharma Bahari Sumekar (Dbs) Iii Resmi Dilaporkan Ke Kejati

Liputan4.com, Sumenep-Diduga ada korporasi dalam pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang Dharma Bahari Sumekar (DBS) III Leading Sektor Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan Anggaran Sebesar Rp 39.000.000.000,00 tahun anggaran 2017. Resmi dilaporkan ke Kejaksaan tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III tersebut. Diduga dari hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang ada. Yang mana dalam ketebalan pada plat kapal DBS III ukuran 8mm yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dimana yang seharusnya ketebalan pada plat kapal DSB III yaitu 10mm atau 11mm yang sesuai dengan standart pelayaran dalam ketebalan plat kapal,” ungkap Abdurrahem selaku Ketua Koordinator Investigasi dan Pengawas JCW Jawa Timur saat diwawancarai, Selasa (12/1/2021).


Pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III yang diduga overlap atau tumpang tindih dan pada program pembangunan sarana dan prasarana perhubungan. Dengan pekerjaan pengadaan kapal motor penumpang dengan realisasi anggaran sebesar Rp13.285.590.300,00.

“Dana proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III membutuhkan anggaran sebesar Rp 39.000.000.000,00. Namun dana yang tersedia adalah sebesar Rp 31.000.000.000,00 dan masih ada selisih sebesar Rp 8.000.000.000,00. Untuk sisa uang tersebut patut kita curigai dan patut kita pertanyakan,” jelasnya.

Menurut Rahem, hal sederhana untuk melihat dugaan penyimpangan tersebut. Melalui ketidak sesuaian prosedur administrasi dalam pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III TA. 2017. 

Setker Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep yang diduga dari hasil pelaksanaannya yang semakin berkurang keberadaannya baik kwalitas dan kuantitasnya. Ini tentu sangat kontradiksi dari prosedur pelaksanaan yang diatur sesuai dengan juklak dan juknis yang ada, sebagai acuan pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III, termasuk juga dengan aturan tentang konstruksi.

“Sehingga atas upaya sistematis yang dilakukan oleh oknum dari tim pelaksana proyek pengadaan kapal dan instansi terkait yang terlibat didalamnya. Keberadaan dari hasil proyek pengadaan kapal motor penumpang DBS III tersebut diduga kuat dilakukan melalui korporasi untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri,” paparnya.

Agustiono Sulasno selaku Kepala Dinas Perhubungan Sumenep saat ini, saat dihubungi berkali-kali melalui via WhatsApp untuk mau dikonfirmasi terkait pekerjaan proyek pengadaan kapal motor penumpang Dharma Bahari Sumekar (DBS) III Leading, saat dichat tidak ada respon. Upaya tersebut dalam rangka untuk memperjelas kebenarannya. Akan tetapi, sampai berita ini naik. Pihaknya sama sekali tidak bisa dihubungi.

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan