Proyek Molor, Warga akan pertanyakan Ke Dinas terkait

Sejatinya kontraktor yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah untuk mengerjakan suatu kegiatan (Proyek), harus mengedepankan profesionalisme dalam mengerjakan suatu kegiatan. Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat kegiatan pembangunan didaerah tersebut.   sdemikian tidak terjadi pada sebuah kegiatan yang terdapat Desa Tanjung baru Cikarang Timur, Pekerjaan pembuatan Sumur Pompa di wilayah tersebut dengan No SPMK : 602.1/31.16 - SPP - AIR - PL / DP Dengan nilai total anggaran : Rp. 148.571.900.00,- dimana pada Papan Kegiatannya Proyek tersebut mulai dikerjakan tanggal 23 Juli 2019 selesai 20 September 2019, Tetapi pada kenyataannya hingga saat ini sudah memasuki bulan Oktober Proyek Pompa Air tersebut belum rampung dikerjakan, malahan hanya baru menyelesaikan pebuatan sumur saja.   Menurut warga sekitar Baron Hal tersebut tidak Lazim dikerjakan oleh sebuah perusahaan kontraktor CV. Bambu Kuning, yang menurutnya hal tersebut diduga ada Kong kolingkong antara Pemborong dan Dinas, karena dinas sendiri tidak pernah melakukan kontrol terhadap perkerjaan tersebut.   "Ini saya rasa tidak lazim, dan Molor. seharusnya proyek tersebut sudah selesai dikerjakan dan sudah bisa digunakan oleh warga, tetapi proyek tersebut molor sampai saat ini, jadi saya menduga ada pembiaran dari Dinas terkait terhadap kontraktor nakal seperti ini, dan ini jelas merugikan negara, terutama masyarakat lingkungan disini. Saya akan melanjutkan permasalahan ini dengan menanyakan ke Dinas yang memberikan pekerjaan ke perusahaan tersebut". Tegasnya.

Sejatinya kontraktor yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah untuk mengerjakan suatu kegiatan (Proyek), harus mengedepankan profesionalisme dalam mengerjakan suatu kegiatan. Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat kegiatan pembangunan didaerah tersebut.

 

sdemikian tidak terjadi pada sebuah kegiatan yang terdapat Desa Tanjung baru Cikarang Timur, Pekerjaan pembuatan Sumur Pompa di wilayah tersebut dengan No SPMK : 602.1/31.16 – SPP – AIR – PL / DP

Dengan nilai total anggaran : Rp. 148.571.900.00,- dimana pada Papan Kegiatannya Proyek tersebut mulai dikerjakan tanggal 23 Juli 2019 selesai 20 September 2019, Tetapi pada kenyataannya hingga saat ini sudah memasuki bulan Oktober Proyek Pompa Air tersebut belum rampung dikerjakan, malahan hanya baru menyelesaikan pebuatan sumur saja.

 

Menurut warga sekitar Baron Hal tersebut tidak Lazim dikerjakan oleh sebuah perusahaan kontraktor CV. Bambu Kuning, yang menurutnya hal tersebut diduga ada Kong kolingkong antara Pemborong dan Dinas, karena dinas sendiri tidak pernah melakukan kontrol terhadap perkerjaan tersebut.

 

“Ini saya rasa tidak lazim, dan Molor. seharusnya proyek tersebut sudah selesai dikerjakan dan sudah bisa digunakan oleh warga, tetapi proyek tersebut molor sampai saat ini, jadi saya menduga ada pembiaran dari Dinas terkait terhadap kontraktor nakal seperti ini, dan ini jelas merugikan negara, terutama masyarakat lingkungan disini. Saya akan melanjutkan permasalahan ini dengan menanyakan ke Dinas yang memberikan pekerjaan ke perusahaan tersebut”. Tegasnya.

Leave a Reply