Proyek Jembatan HKSN Terus Digenjot, Warga Mulai Bongkar Bangunan  

Reporter: Akmal RIswanda Topik: Jendela Birokrasi, Kalimantan Selatan
  • Bagikan
Proyek Jembatan Hksn Terus Digenjot, Warga Mulai Bongkar Bangunan  


Liputan 4.com – Banjarmasin.

Dikejar target waktu, penggarapan Jembatan HKSN menghubungkan Kuin Selatan dan Kuin Utara, terus dikebut. Oprit jembatan bernilai puluhan miliar ini pun mulai terlihat.

Dari Pantauan awak media, Sabtu (13/11/2021), tampak pekerja konstruksi dari PT Indah Perkasa Konstruksi terus berpacu dengan waktu menyelesaikan oprit Jembatan HKSN yang terakses ke Jalan HKSN, Kuin Utara, Banjarmasin Utara.

Untuk proyek pemancangan pile slab dan struktur Jembatan HKSN, kontraktor asal Martapura ini dibayar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan nilai kontrak Rp 8.665.350.099,35 atau Rp 8,6 miliar lebih dengan durasi waktu 95 hari dari kontrak akhir Agustus 2021 lalu.

Ternyata beberapa pekerja yang diterjunkan berpengalaman, karena sebelumnya bisa menuntaskan pekerjaan pembangunan Jembatan Bromo, beberapa waktu.

Menariknya, ada larangan bagi media untuk memotret atau memawancarai para pekerja atau pengawas lapangan. Dalihnya harus mendapat izin dulu dari Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

“Untuk wawancara atau memoto harus izin dulu ke Dinas PUPR kota Banjarmasin. Ya, minimal ada pemberitahuan dari dinas,” kata seorang pekerja enggan dikutip namanya kepada awak media,  Sabtu (13/11) tadi.

Bukankah proyek itu hanya pekerjaan umum biasa bukan pekerjaan khusus yang harus dilindungi karena menyangkut kerahasiaan negara? Dody, salah satu pengawas lapangan enggan berkomentar menjawab itu.

Menurut dia, soal progress atau kemajuan fisik Jembatan HKSN yang digarap di area proyek, bisa langsung ditanyakan ke dinas atau kantor.

“Kami belum bisa memberi komentar. Karena sudah ada instruksi dari Dinas PUPR Banjarmasin soal itu. Maaf,” kata Dody, singkat.

Sementara itu, di wilayah Kuin Utara persisnya di Jalan HKSN, beberapa bangunan kios, rumah dan gudang mulai dibongkar para pemiliknya. Ada puluhan bangunan yang harus dibongkar karena akan dijadikan akses jalan dari turunan Jembatan HKSN. Beberapa tukang bayaran pun datang untuk membeli material berupa kayu ulin serta lainnya.

Anang, warga Alalak Utara mengaku telah diperintahkan bos untuk membawa material bangunan sisa bongkaran dari ruko, rumah dan lainnya agar bisa didaur ulang.

“Kami harus menyelesaikan pekerjaan pembongkaran ini dalam waktu dekat. Karena, jika Jembatan HKSN telah rampung di wilayah Kuin Utara akan ada pelebaran jalan,” tutur Anang.

Senada Anang, warga Kuin Utara Aam mengaku sudah diberitahu bangunan yang dibongkar itu telah diukur dari as jalan bergeser sekitar 7 meter.

“Seperti wantilan/bangunan ini harus bergeser dari as jalan. Makanya, sekitar dua meter bangunan ini kena gusuran,” ucap Aam.

Ia mengakui dari perencanaan awal dari arah Jembatan HKSN akan dibangun seperti bundaran atau jalan melingkar, sehingga penggusuran bukan hanya di titik oprit jembatan, tapi juga mengarah ke akses jalan.

“Rata-rata bangunan ini sudah dibebaskan. Yang kami tahu di seberang (Kuin Selatan), ada tiga bangunan yang belum dibebaskan,” ucap Aam.

Gara-gara menghindar dua bangunan sekolah; SDN Kuin Utara 4 dan MTs Sulthan Suriansyah, akhirnya rekayasa jalan pun dibuat memutar. Hasilnya, puluhan bangunan pun menjadi sasaran pembongkaran.

“Kami juga bingung, akses Jalan Kuin Utara dan Kuin Selatan ini sebenarnya sempit, kenapa bangunan Jembatan HKSN begitu besar? Beda kalau misalkan, akses Jembatan HKSN ini diteruskan menuju ke Belitung Darat, boleh jadi dibangun semegah ini,” tutur Aam.

Mengenai kemacetan di ruas Jalan HKSN dan Jalan Kuin atau ke Jalan Kuin Selatan-Kuin Cerucuk juga tidak terlalu parah. Bahkan, jembatan awal berkonstruksi baja pun sebenarnya masih mampu.

“Entahlah apa rencana dari Pemkot Banjarmasin. Yang pasti, memang ada puluhan bangunan di ruas Jalan HKSN ini harus dibongkar,” pungkas Aam.(Akmal/Irwan L4).

 

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan