Proyek Dishub Sultra Bekerjasama Dengan LPPM UHO Diduga Bermasalah, Kejati : Kami Masih Selidiki

  • Bagikan
Proyek Dishub Sultra Bekerjasama Dengan LPPM UHO Diduga Bermasalah, Kejati : Kami Masih Selidiki

LIPUTA4.COM-kendari-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan kasus Proyek Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Lembaga Penelitian dan Pengapdian Kepada Masyarakat (LPPM) yakni, Studi manejemen Rekayasa Lalu Lintas di kawasan perkotaan Kabupaten Wakatobi pada tahun 2017 lalu.

Seperti yang disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Herman Darmawan, kepada awak media melalui sambungan teleponnya, Jumat 6 November 2020 mengatan, saat ini pihaknya terus melakulan pendalam terhadap kasus tersebut.

Kata Kasi Penkum Kejati Sultra, pihaknya masih terus mengumpulkan data (Puldata) dan pengumpulan bahan ketetangan (Pulbaket) untuk kepentingan penyelidikan.

Kasusnya masih berlanjut. Kita masih terus melakukan Puldata Pulbaket dalam rangka penyelidikan, ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah memerikasa bebera Orang, baik dari Dishub Sultra tersebut maupun pihak UHO.

Dari Dinas Perhubungan Sudah, dari yang melaksankan juga sudah, udah banyaklah intinya, jelasnya.

Menurutnya, penyidik Kejati Sultra masih menggali bukti-bukti awal terhadap dugaan kasus tersebut.

Tim penyelidik masih mencari bukti-bukti awal adanya indikasi tindak pidana, imbuhnya.

Iapun memastikan jika kasus ini akan terus di tindak lanjuti oleh Kejati Sultra hanya saja ia kata dia, pihaknya masih mengejar bukti bukti awal dugaan indikasi adanya tindak pidana.

Untuk diketahui, 2017 lalu, Dishub Sultra bekerjasama dengan LPPM UHO melakukan kegiatan Studi manejemen rekayasa lalulintas di kawasan perkotaan Kabupaten Wakatobi, namun seiring berjalanya waktu di duga Dishub Sultra tidak melibatkan tenaga ahli dari pihak LPPM UHO, namun laporan pertangung jawaban pada kegiatan tersebut ada.

Seperti dikutip di Media LIPUTAN4.com, Ada 5 (lima) orang Tenaga Ahli Dosen dari LPPM UHO ikut dilibatkan, masing-masing 3 (tiga) dosen Tekhnik Sipil dan 2 (dua) dosen Kebumian. Anehnya dalam proses studi manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada kawasan perkotaan hingga selesai, Ke 5 dosen tersebut tidak dilibatkan. Bahkan Korps Adhyaksa tersebut telah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

Tahir yang merupakan salah seorang dosen Tekhnik yang tidak dilibatkan meskipun dalam kontrak diikut sertakan dalam studi manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada kawasan perkotaan tersebut. Ia mengaku dirinya sudah dua kali dipanggil oleh Kejati Sultra terkait masalah tersebut. Tahir pun mengaku tidak dilibatkan sama sekali oleh Dishub dalam studi Lalu lintas di Wakatobi.

Ada kegiatan tentang manajemen Studi Rekayasa Lalu Lintas pada Kawasan perkotaan Wakatobi yang bekerjasama antara LPPM UHO dengan Dishub Sultra. Awalnya memang kami dilibatkan, namun setelah tanda tangan kontrak selesai, ternyata pihak Dishub Sultra tidak melibatkan kami sampai akhir kegiatan selesai. Pihak Dishub tidak pernah memberikan informasi kekami, kayak lari-lari begitu, ungkap Tahir.

Tahir mengaku kaget saat dipanggil oleh Wakil Rektor (WR) II UHO yang tentang Studi Lalu Lintas di Wakatobi tersebut. 

Kenapa lain-lain ini laporan pertanggung jawabannya. Dosen Tekhnik sipil tersebut mengatakan tidak tahu-menahu, karena dalam proses hingga hasil studipun tidak dilibatkan. Kami sama sekali tidak dilibatkan, ungkap Tahir belum lama ini.

Laporan:Mr.

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

32
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

16
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

60
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

32
1
0