Prodi Manajemen Dakwah STAIN Madina Gelar Seminar Nasional

Prodi Manajemen Dakwah Stain Madina Gelar Seminar Nasional

LIPUTAN4.COM,MANDAILING NATAL -Program Studi Manajemen Dakwah STAIN Madina bekerjasama dengan SMA Negeri 3 Panyabungan menyelenggarakan Seminar Nasional di Aula STAIN Madina Panyabungan pada senin, (27/06/2022).

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan ,Irma Suryani mewakili Ketua STAIN Madina dengan mengusung tema “Peluang Generasi Muda dalam Mengelola Lembaga Islam”.


Siti Rahma Harahap sebagai Kaprodi Manajemen Dakwah sekaligus Ketua Panitia dalam seminar ini menyebut dalam sambutannya bahwa diskusi ini berangkat dari kegelisahan melihat pengelolaan lembaga-lembaga Islam yang masih “memprihatinkan”, ketidakmampuan dalam menghadapi zaman tekhnologi menjadi tantangan generasi muda.

Begitu juga disampaikan oleh Husni Ismail sebagai moderator dalam seminar ini bahwa kajian ini telah diteliti oleh Prof. Amin Abdullah terkait lembaga Islam, khususnya pendidikan Islam di tanah air yang masih bersifat literalistik sehingga terjadi kemandegan (stagnasi) dalam perkembangan Islam, dalam bahasanya Harun Nasution terkungkung dalam paradigma fikih-oriented, legalistik-formalistik.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan bahwa ketika kita mampu keluar dari zona itu, akan melahirkan pembaharuan dalam Islam, dan ini telah diterapkan oleh K.H Ahmad Dahlan bagaimana membangun masyarakat yang modernis-reformis, mampu mengakomodasi peradaban Barat dengan tetap memegang prinsip dan nilai-nilai Islam.

Dalam seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai kota dan profesi, salah satunya Dr. Mawardi Siregar M.A sebagai dosen di fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa Aceh, Sutan Erlambang S.E sebagai Kepala Cabang BPRS Puduarta Insani Kota Medan dan juga Nanang Arianto M.A selaku dosen Manajemen Dakwah STAIN Madina.

Dalam diskusi ini Dr. Mawardi mengemukakan pentingnya generasi muda untuk merevitalisasi kembali dalam menjawab tantangan masyarakat (society 5.0) yang memiliki kebutuhan baru, suasana baru, serta peluang baru.

Generasi muda diharapkan mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk menciptakan perubahan, pemuda dalam pandangan Mawardi adalah agen of change dan agen of control sosial.

Sementara Sutan Erlambang dalam materinya menjelaskan aktualisasi diri merupakan dasar pengelolaan lembaga-lembaga yang ada di dalam Islam, mengerahkan semua kemampuan diri untuk mencapai tujuan.

Dengan menggali potensi-potensi diri, kejujuran, disiplin, empati, menghargai hal-hal kecil, tidak mudah mengeluh, persaudaraan, cinta kasih, perdamaian, dan saling tolong-menolong adalah modal utama membangun lembaga yang Islami.

Disamping itu, Nanang Arianto sebagai pemantik ketiga menyampaikan pentingnya mengelola lembaga-lembaga Islam dengan baik dan terstruktur untuk memunculkan kepercayaan masyarakat, “Islam itu akan baik jika dikelola dengan baik” sebut Nanang.

Nanang menegaskan bukan hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam hal keagamaan, sosial-kemasyarakatan, ekonomi umat, pengelolaan zakat, haji dan umroh, hingga organisasi politik dan masalah-masalah lainnya.

Di akhir seminar ini, Ismail menjelaskan kajian ini menjadi bahan pertimbangan dan referensi bagi generasi muda dalam mengelola lembaga Islam, karena hakikatnya Islam itu bukan hanya persoalan ibadah ritual saja, tetapi umat Islam dituntut untuk merawat dan mengembangkan ajarannya, dalam bahasa Quran nya, hablumminallah wa hablumminannas, membangun hubungan vertikal dengan Tuhan dan juga hubungan horizontal dengan manusia lainnya.

Acara ini berjalan dengan baik dan sukses atas kerjasama berbagai pihak, terutama kolaborasi antara SMA Negeri 3 Panyabungan dan Prodi Manajemen Dakwah STAIN Madina.( Zakaria).

Print Friendly, Pdf & Email