Poumako Bakal Jadi Kawasan Industri, Wabup JR: Pentingnya Optimalkan Sinergitas Pengembangan Sektor Hulu dan Hilir.

Poumako Bakal Jadi Kawasan Industri, Wabup Jr: Pentingnya Optimalkan Sinergitas Pengembangan Sektor Hulu Dan Hilir.
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos MM bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Ir. Omah Laduani Ladamay, M.si, Foto bersama usai sosialisasi Industrial Jumat (1/7/2022)

TIMIKA | Pomako di proyeksikan sebagai kawasan Industri di Papua, hal ini terungkap saat acara sosialisasi Rencana pembangunan Industri Provinsi (RPIP) 2022-2042 digelar di Hotel Horison Diana, Senin (1/7).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua, Ir. Omah Laduani Ladamay, M.si, mengatakan, saat ini di Papua belum ada pusat kawasan Industri yang tertata rapi seperti di Sorong Papua Barat.


Sebenarnya tahun 2003 kita sudah tetapkan kawasan Pomako dan sekitarnya termasuk Logpon dan SP6, untuk pengembangan kawasan Industri, hal ini sesuai studi kelayakan yang telah dilakukan.

Ada potensi alam yang besar, seperti limbah (tailing) Freeport bisa dimanfaatkan untuk secara ekonomi. Karena itu kita jadikan Mimika sebagai pusat kawasan Industri.

“Di Mimika ada potensi sagu yang bisa dibuat aneka macam produk, kemudian Potensi perikanan di laut Arafura yang melimpah, lalu buah merah. Potensi ini bisa dibuatkan produk turunan yang memiliki nilai tambah daripada dijual barang mentahnya, katanya”

Karena itu, bagaimana kita dari Provinsi mendorong agar Kabupaten Mimika secepatnya ditetapkan sebagai pusat Industri dan jasa. Tugas dari Disperindag kabupaten membuat tapak kawasan Pomako, Sp6, Wania.

Lebih lanjut Laduane mengatakan Industri dibutuhkan disetiap daerah, kalau tidak didorong maka daerah akan begitu-begitu saja. Hanya saja Laduane berharap status lahan yang disekitar Pomako jelas statusnya, jangan sampai bermasalah.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, yang membacakan sambutan Gubernur Papua, dalam sambutannya mengatakan untuk melihat kondisi Papua saat ini ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatian pemerintah diantaranya, belum adanya konsep kluster Industri yang mengelola komoditas unggulan sesuai potensi di setiap wilayah adat.

Kemudian masalah rendahnya kualitas kelembagaan pelaku industri seperti masih banyaknya pelaku industri yang belum memiliki ijin usaha, juga belum adanya rencana induk pembangunan industri daerah, lalu belum optimalnya sinergitas pengembangan sektor hulu dan hilir.

Pengembangan produk bernilai tambah masih sangat terbatas, kemudian belum adanya kompetensi spesifik daerah. Kualitas sumberdaya manusia yang masih perlu ditingkatkan, juga Iklim usaha yang belum sepenuhnya mendukung.

Selain itu Infrastruktur dasar dan penunjang belum memadai serta pemenuhan kebutuhan akan lahan industri yg terkendala kepastian status lahan.

Semua hal ini menjadi perhatian pemerintah yang perlu dibenahi oleh semua kalangan baik Industri UKM, Pemerintah dan Swasta.

Diharapkan pembangunan industri Papua akan mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi daerah dalam jangka panjang. (tim)

Print Friendly, Pdf & Email