Polemik Volume Suara Adzan, Ketua DMI: Keselarasan Waktu Adzan Bakal Diterapkan se – DKM Mimika

Polemik Volume Suara Adzan, Ketua Dmi: Keselarasan Waktu Adzan Bakal Diterapkan Se - Dkm Mimika
Ustadz H Abdul Elwahan S.Pd (Dok/Foto: Liputan4.com)

TIMIKA | Ketua DMI Kabupaten Mimika, Papua, Ustadz H Abdul Muthalib Elwahan S.pd menanggapi isu  yang saat ini masih menjadi pro-kontra di tengah – tengah umat Islam terkait dengan surat edaran (SE)  Menteri Agama.

Sebelumnya  Menag Yaqut Cholil Qoumas melalui Surat Edaran (SE) terbarunya membatasi penggunaan pengeras suara atau toa maksimal 100 desibel (db) di masjid dan mushala.


Menanggapi hal itu, Pimpinan Daerah Ketua Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten  Mimika, Papua  mengaku belum ambil sikap terkait keputusan tersebut.

“Secara organisasi sebagai Ketua DMI Kabupaten Mimika (saya) belum bisa mengambil sikap, tapi kami masih menunggu arahan pengurus pusat DMI  setelah pelantikan nanti kami akan meminta arahan langsung dari ketua umum HM Jusuf Kalla,” ungkapnya saat dikonfirmasi Liputan4.com  Minggu (06/03/2022).

Lebih lanjut,  Abdul Muthalib berpendapat bahwa Menag sebaiknya mengatur tentang orang yang mengumandangkan adzan, bukan membatasi Volume toa. Kalaupun melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Menag  semestinya dalam menyampaikan surat edaran itu disampaikan langsung ke seluruh DMI dan DKM di seluruh Indonesia agar hal itu tidak menjadi suatu perdebatan publik.

“Dan juga penggunaan  pengeras suara di masjid dan musala merupakan kebutuhan umat Islam sebagai  salah satu media syiar, jadi menurut saya seharusnya yang kita atur itu keselarasan waktu Adzan,  agar  kumandang adzan itu pada waktu yang tepat dan bersamaan,” ungkap Abdul Muthalib.

Dikatakan Muthalib  bahwa DMI Mimika juga akan segera melakukan koordinasi dengan DKM se- Kabupaten Mimika supaya nantinya keselarasan waktu Adzan dapat di terapkan para muadzin di tiap – tiap masjid yang ada di Mimika sehinggah waktu  adzan secara bersaamaan dapat diterapkan oleh pengelola masjid.

Selain itu Lanjutnya, supaya diterima oleh saudara kita non muslim.  Masing-masing pengurus diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan juga diharapkan  DKM mampu mengelola masjid dan mushala dengan baik supaya kita umat muslim di kabupaten Mimika ini dapat menjalin tali persaudaraan bersama – sama sesuai dengan landasan bingkai ‘Eme Neme Yauware’ bersatu bersaudara membangun Mimika, ” harapnya.

” Kabupaten Mimika salah satu kota dengan tingkat toleransi yang tinggi sehingga tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat kota ini dengan penuh tanggungjawab, dan  sebagai bangsa yang beragam tentunya  kita  berlandaskan pada Pancasila yaitu, persatuan Indonesia,”  ucap Dia.

Dia  menambahkan dengan satu kutipan AlQuran surat At-taubah ayat (18) “sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk, ”  tambah Abdul  Muthalib mengutip AlQuran.

Print Friendly, Pdf & Email