Polemik Lelang JPT, Awen Magai: Putra Daerah Tidak di Prioritaskan Bupati, Sekda Sebagai Senior Tidak Pertimbangkan Baik

Polemik Lelang Jpt, Awen Magai: Putra Daerah Tidak Di Prioritaskan Bupati, Sekda Sebagai Senior Tidak Pertimbangkan Baik
Tokoh Pemuda Kwamki Narama Awen Magai dok/foto: (istimewa)
STIK FAMIKA

TIMIKA, Liputan4.com | Akibat dari hasil lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) (Pemkab) Mimika yang dinilai tidak memihak kepada masyarakat asli (OAP) Amungme dan Kamoro masih di suarakan oleh sejumlah pihak.

Tokoh Pemuda Kwamki Narama Awen Magai melalui rilis yang diterima redaksi Liputan4.com, Selasa, (10/5) mengatakan bahwa, sesuai dengan pengamatan masyarakat Amungme Kamoro (AK) yang terjadi di kabupaten Mimika, menjadi tempat birokrasi politik yang amburadul, lalu nasib dari pada anak negeri Amungme Kamoro di persempit bahkan dibungkamkan oleh kaum elite berpanjangan tangan merampas merajalela untuk mematikan enerjik karir generasi Amungme Kamoro di negeri ini.


“Saya sangat menyesal dan sangat kecewa kepada Bapak Bupati Mimika, beliau seolah-olah tidak memiliki generasi Amungme dan Kamoro yang mumpuni secara (SDM) di negeri ini sehingga Bupati terus memanusiakan manusia yang datang dari luar bahkan mempersiapkan mereka untuk menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan, lalu menyiapkan terus untuk Bupati musim selanjutnya, ” papar Awen kepada media ini.

Selain itu, Ia juga menilai Masyarakat Amungme dan Kamoro diasingkan di negerinya sendiri, menjadi penonton bahkan sampai di anggap mereka itu tidak memiliki kemampuan. Padahal Barang sudah di kasih kepada masyarakat pribumi, hak sepenuhnya pun sudah di kasih kepada siapa pemilik tempat (Otsus – red) dan menjadi tuan di negerinya sendiri. Hal ini sudah pasti mereka paham tidak perlu lagi kita jabarkan.

Tak hanya itu, Awen juga berharap agar Bupati perlu mengetahui dan segera mengambil langka yang tegas terkait persoalan ini. Juga kepada Bapak (Sekda) Kabupaten Mimika Michael Gomar, agar terbuka jangan anggap Pengumuman hasil Seleksi kemarin sudah sah tanpa mempertimbangkan Hak – hak yang belum terselesaikan.

“Kami pikir timsel kemarin itu hanya formalitas, dengan situasi seperti ini pak Sekda bisa pertimbangkan baik dan Akomodir 7 suku dan lebih khusus AK sebagai pemilik negeri, ” tegas Awen.

Print Friendly, Pdf & Email