News  

PLT Hanura Pemasangan Stiker Bupati Bekasi Telah Mencederai Solidaritas Masyarakat

BEKASI | LIPUTAN4.COM Jarangnya muncul di media, tiba-tiba ketua PLT Hanura kab Bekasi H.Firman hadir dan langsung memberikan kritik kepada bupati Bekasi . Menurut dia, kebijakan Bupati Bekasi dalam menangani wabah Pondemi COVID-19 atau virus corona ini cenderung lambat dan tidak efisien.

H. Firman mengatakan , dari hal pemasangan stiker foto Bupati Bekasi pada Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19, ulah pejabat Dinas Sosial (Dinsos) setempat kurang etis disaat sedang ada pandemi COVID-19 di kabupaten Bekasi, katanya.


Tindakan pemasangan foto Bupati telah Mencederai solidaritas masyarakat dalam menghadapi COVID-19, apalagi dengan lambat nya penyaluran bantuan ke masyarakat yang terkena dampak COVID-19.

“Dalam pemberian bantuan apapun bentuknya tidak boleh, karena ini kurang etis dan tidak baik. Itu sangat mencederai solidaritas masyarakat dalam pemasangan foto bupati,” ujar Firman.

Jelas ini sudah tidak sesuai dengan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) no 8 tahun 2020, tentunya kami salah satu dari partai yang pernah mengusung 2017 2022 sangat kecewa dengan kepemimpinan sekarang ini, sejatinya sebagai Bupati pengganti harus lebih baik dari sebelumnya, karna tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi moto partai koalisi waktu itu, Bekasi bersinar yang bermartabat,”

Di singgung banyaknya masyarakat yang belum mendapat kan bantuan dari Pemda
Politikus Partai hanura itu menjelaskan, Kementerian Sosial memiliki model pendataan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Model ini menjadi sumber data utama bagi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai.

Menurut firman, titik lemah model tersebut tergantung pada input yang dilakukan pemerintah daerah. Karena, pendataan dan pemutakhiran data berasal dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial , Sebab itu, jika pemerintah daerah tidak melalukan pemutakhiran, maka hampir pasti datanya tak akan berubah.

tak updatenya data kemiskinan, firman melihat banyak penyaluran bantuan yang tak tepat sasaran. Pasalnya, terdapat warga yang yang masuk klasifikasi warga miskin tidak mendapat kannya bahkan warga yang tak masuk klasifikasi mendapat bantuan, ujarnya

Plt Hanura Pemasangan Stiker Bupati Bekasi Telah Mencederai Solidaritas Masyarakat
“Kalau pemerintah daerah proaktif melalui dinas sosial untuk melalukan pemutakhiran data kesejahteraan sosial, maka data penerima sistem jaringan pengaman sosial akan semakin baik dan ketepatan waktu dalam penyaluran bansos ke masyarakat sangat penting agar masyarakat tidak berkeliaran, tidak pulang kampung, dan tidak mengeluh”. kata firman

Dalam hal wabah corona, kebijakan bantuan sosial akan meleset karena masyarakat yang hendak ditolong tak akan mendapatkan manfaatnya. Akibatnya, ekonomi tetap melemah, problem sosial akan makin kusut.

Bagaimanapun, kepala daerah tidak mau disebut tidak memikirkan dampak nyata virus corona terhadap kalangan kelas ekonomi bawah , ungkap politisi Hanura.

Kepala daerah akan di kenang sepanjang sejarah,apabila kebijakan nya sangat berarti buat masyarakat dan harus memikir kan orang banyak , ingat bahwa sesungguhnya kita jadi bupati karna rakyat percaya, jadikanlah jabatan kita sebagai bupati sebagai Amanah.

Firman juga mengatakan ,”Saya berpendapat, siapa pun bisa mengutarakan pandangan bahkan mengkritik secara lugas dan terbuka. Namun, tetaplah pandangan dan kritik itu disampaikan dengan kata-kata yang “berkeadaban” jangan dilihat kritik itu sebagai kebencian, tapi lihat sebagai masukan untuk membangun”,ungkapnya. (ycb)