PGRI Harus Melayani Serta Mensejahterakan Demikian Pesan Sekda Kabupaten Ketapang

Pgri Harus Melayani Serta Mensejahterakan Demikian Pesan Sekda Kabupaten Ketapang

Liputan4.com, Ketapang, Kalbar – Pengurus PGRI harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada  para anggotanya pada khususnya dan memberikan pelayanan pada masyarakat dunia pendidikan pada umumnya. Hal itu beberapa poin yang disampaikan Sekda H. Farhan, SE.,M.Si kepada hadirin, peserta acara  Pelantikan Pengurus Cabang PGRI  Matan Hilir Utara Periode 2020-2025,  terkait dengan formula dalam pengembangan sebuah  organisasi, di Halaman SDN 02 Matan Hilir Utara, Jl. Ketapang – Siduk KM. 45, pada Rabu (19/8/20).

Pgri Harus Melayani Serta Mensejahterakan Demikian Pesan Sekda Kabupaten Ketapang
Menurut Sekda, ada 5 (lima) poin penting dalam upaya mengembangkan organisasi. Sekda mengistilahkan dengan 5 M, yaitu Melayani; Memahamkan; Mensosialisasikan; Mempertanggungjawabkan dan yang terakhir Mensejahterakan.


Sekda menyambut baik penyelenggaraan pertemuan-pertemuan semacam ini, karena menurutnya akan berdampak positif pada organisasi dan meminimalisir atau bahkan mengeliminasi terjadinya distorsi informasi (baca : cacat informasi/informasi yang tak utuh lagi dan  sarat dengan tendensi).

Kedepan, kata Sekda intensitas pertemuan semacam ini agar lebih ditingkatkan, bahkan menurutnya perlu diagendakan dengan istilah lain, misalnya Coffee Morning. Dengan sebuah Cofee Morning, akan memudahkan kita dalam melakukan koordinasi, mencari  problem solving (pemecahan masalah) pada setiap persoalan yang urgen, secara  lebih rileks atau santai.

Sekda juga berharap, setiap pejabat di OPD nya membuat program perubahan inovatif,  untuk perbaikan sistem dan kinerja, sehingga akan muncul peraturan daerah atau peraturan bupati yang inovatif agar Ketapang dapat lebih maju dan sejahtera.

"Kemerin Asset sudah (baca : BPKAD) sudah, BKSDM sudah kita perbubkan, Dinas Kesahatan, melaui Puskesmas-puskesmas dengan pola CSR, telah menjalin kerjasama dengan perusahan-perusahaan." Kata Sekda.

Lebih lanjut, "Assisten I Sekda telah membangun Sistem Evaluasi Peraturan Desa secara online, yang dikoneksikan dengan Dinas Kominfo, kemudian dibangun tower-tower, sehingga nanti, 253 desa dalam melakukan evaluasi peraturan desa tidak perlu mengantarkn berkasnya ke kabuaten, cukup dengan menggunakan teknologi." Terang  sekda.

Tak henti-hentinya, Sekda mensosialisasikan newnormal, menurut Sekda, kita harus move on dari kondisi keterpurukan akibat Covid-19 ini. Kita harus mampu beradaptasi dengan kondisi, produktif dan terbebas dari Covid dengan cara beraktifitas atau bekerja seperti biasanya, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sekda juga menyampaikan rencana Pemerintah Daerah Ketapang menerapkan proses belajar mengajar (baca: secara tatap muka), sebab hal ini telah dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder baik pusat, provinsi maupun daerah.

Sekda juga menyampaikan bahwa nanti, sebelum proses belajar di sekolah dimulai kembali, akan disediakan peralatan penunjang penerapan protokol kesehatan pada setiap lembaga-lembaga pendidikan yang ada.

"Kedepan, akan dimulai dari kelas XII dengan memakai sift, kemudian dievaluasi jika berhasil, lanjut ke kelas XI, dan seterusnya." Jelas Sekda. (SH).

Sumber   : Humas Setda Ketapang
Uplouder : Basori/Abbas

[zombify_post]