Petani Desa Maramba Dan Madani Menjerit

  • Bagikan
Petani Desa Maramba Dan Madani Menjerit

Liputan4.com, Luwu Timur- Petani padi Di Desa Maramba dan Desa Madani Kecamatan Wotu, Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan menjerit dengan harga gabah mencapai Rp.3.500-3.900 per Kilogram.

Bukan cuma itu penyebab petani di kedua Desa ini menjerit, namun pembeli yang ngan membeli gabah mereka, walaupun gabah bisa dibeli oleh para pembeli namun harga gabah di hutang terlebih dahulu, seperti yang di katakan oleh salah seorang petani Desa madani (sabtu,08-05-2021). “kami kesusahan menjual gabah seusai panen, karna pembeli ngan membeli gabah, itupun kalau mau di beli dihutang dulu”. Ungkapnya

“menurut pembeli gabah masih menumpuk dan yang sudah di kirim saja belum di bayar, karna banyaknya penumpukan gabah di pabrik”. Lanjutnya

“tentu kami menjerit karna harga murah mana di hutang, tidak kita kasi mau diapa, sementara hutang obat-obatan biaya tanam mau kita bayar pake apa nantinya”. Katanya

Petani Desa Maramba dan Madani ini mengharap kepada pemerintah Daerah Kab. Luwu Timur bisa turun tangan untuk mengatasi pemersalahan mereka, selain itu petani kedua Desa ini mengharapkan kepada pemerintah untuk mencarikan jalan keluar yang terbaik. “tentu kami mengharap kepada pemerintah agar bisa mencarikan jalan keluar, atau sedikit tidak pemerintah Daerah mengambil alih untuk pembelian sementara gabah kami, dari pada dihutang”. Harapnya

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan