Perwakilan Umat dari Sumsel, Jambi dan Bengkulu Hadiri Sinode III Keuskupan Agung Palembang

Perwakilan Umat Dari Sumsel, Jambi Dan Bengkulu Hadiri Sinode Iii Keuskupan Agung Palembang

Liputan4.com, Palembang – Sekitar 252 orang, terdiri imam, biarawan – biarawati dan perwakilan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Agung Palembang, meliputi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu hadir mengikuti Sinode III Keuskupan agung Palembang (KAPal) dengan tema “berjalan bersama semakin beriman dan berbuah limpah”.

Kegiatan Sinode yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 27-29 September 2022, bertempat Gedung Xaverius Centrum Studiorum Jalan Bangau Palembang, selasa (27/9/22) malam.


Perwakilan Umat Dari Sumsel, Jambi Dan Bengkulu Hadiri Sinode Iii Keuskupan Agung Palembang

Ditemui selesai acara pembukaan Sinode III Pastor Felix Astono, SCJ selaku Vikjen Keuskupan Agung Palembang dan Ketua Panitia Sinode III menjelaskan sinode yang dihadiri perwakilan – perwakilan umat di Keuskupan Agung Palembang dari segala lapisan baik biarawan/i, komisi-komisi, yayasan berkumpul bersama melihat pergerakan – pergerakan, pelayanan – pelayanan, kebersamaan dalam masyarakat dan mengupayakan ke depan bagaimana.

“Bersinode, kata Pastor Astono, umat bergerak bersama, berbicara bersama, merenung bersama untuk melangkah ke depan.

“Bagaimana dalam kebersamaan bisa bertumbuh bersama untuk semakin baik kedepan dalam hidup bergereja, bermasyarakat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh romo Astono Pastor Astono mengatakan, umat Katolik memiliki keinginan untuk berjalan bersama dalam konteks umat sendiri sehingga punya arah ke depan, berbuah limpah.

“Gereja berkontribusi dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Ke depan keberadaan Gereja Katolik bisa berjalan bersama-sama pemerintah untuk membangun bangsa yang baik berkembang dan bersatu. Umat Katolik bisa hadir dan menghayati iman mereka dengan baik. Mereka melaksanakan peran masing-masing sesuai iman, berbagi kasih, melayani sesuai peran masing-masing. Untuk umat Katolik apa yang sudah diupayakan, dilakukan dengan baik, dalam satu semangat dan satu hati dan bisa memberi masukan kepada Uskup untuk melaksanakan penggembalaan dengan baik. Hasil sinode jadi masukan bagi Uskup dalam tugas memimpin umat Katolik di Keuskupan Agung Palembang. Mari bergandengan tangan untuk membangun bangsa dan ambil bagian untuk memajukan bangsa sesuai peran masing-masing,” pungkas Pastor Astono.

Sinode seharusnya dilaksanakan 5 tahun sekali, namun karena pandemi sehingga sinode yang ke III sekarang sepuluh tahun baru dapat dilaksanakan.

Hadir dalam kegiatan sinode Mgr. Dr. Yohanes Harun Yuwono adalah Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Agung Palembang, Asisten 1 pemerintah bidang kesra provinsi Sumatera Selatan Edward Chandra, Ketua DPRD Provinsi Sumsel R. A. Anita Noeringhati, kepala SKPD, TNI dan Polri serta undangan lainnya.