Perjuangan Tim Cabor Terbang Layang Papua Mendapatkan Medali Emas

Perjuangan Tim Cabor Terbang Layang Papua Mendapatkan Medali Emas
Technical Delegate Cabang Olahraga (Cabor) Terbang Layang PON XX Papua, Kolonel Prasetyo Herminto (kiri), Andri Abdul Rohman peraih medali nomor Precision Landing single seater putra Kelas Schweizer SGS 1-26 bagi provins Papua dan Manager Tim Terbang Layang Provinsi Papua saat menggelar Confrence Pers di Media Center Sub PB PON Mimika, Selasa (28/9/2021)/Foto : husyen opa/HumasPPM

TIMIKA |  Kontingen Papua menambah medali emas dari cabang olahraga (cabor)
Terbang Layang dalam ajang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Total saat ini.
kontingen Papua mendapatkan sembilan medali emas sehingga pada saat ini menempati
peringkat pertama dalam klasemen sementara per Selasa (28/9/2021).
Atlet yang berhasil mendapatkan medali emas dari cabor tersebut adalah Andi Abdulrohman. dari kelas Precision Landing Putra dalam cabor Terbang Layang.

Selisih kemenangan yang didapatkan oleh Andi dalam mengalahkan lawan-lawannya cukup jauh yakni 244.413 poin. Sedangkan dua lawannya, dari Kontingen Jawa Timur mendapatkan poin 244.095 dan dari Kontingen DKI Jakarta mendapatkan poin mencapai 243.580 poin.


“Saya bisa di sini suatu kebanggaan untuk diri saya. Saya bisa meraih medali emas Saya
bersyukur Terima kasih,” kata Andi Abdulrohman di Media Center Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, faktor yang membuat dirinya berhasil mendapatkan medali emas, karena melalui perjuangan keras yang dilakukan semasa pembinaan beberapa waktu lalu. Kala itu, dirinya bertekad penuh berlatih secara optimal untuk menggapai cita-cita memboyong medali emas untuk Kontingen Papua yang beberapa tahun belakangan ini menanungi dirinya.

“Medali pertama untuk Papua dari cabor Terbang Layang melalui proses yang sangat panjang,”katanya.

Menanggapi hal itu, Manajer Tim cabor Terbang Layang Paul Graham Menusaver mengakui, perjuangan yang dilalui oleh tim yang dilatihnya untuk memenangi ajang PON XX Papua sangat berat. Karena tidak didukung oleh fasilitas-fasilitas latihan yang memadai seperti tidak memiliki pesawat yang merupakan hal yang penting dalam olahraga ini.

Akibat dari keterbatasan ini, lanjut Paul, pihaknya kerap kali berpindah-pindah tempat latihan untuk cabor Terbang Layang. Dari mulai ketika berlatih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan wilayah Jawa Barat yakni Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya.

Seringnya berpindah tempat latihan itulah, menyebabkan pihaknya kekurangan waktu untuk berlatih dalam menghadapi ajang PON XX Papua.

“Memang kami dalam perjalanan juga tidak bisa maksimal. Kendalanya cukup banyak masalah cuaca saat kita terbang di Tasikmalaya,”pungkasnya.

Sumber: Humas Media Center Kementerian Komunikasi dan Informatika Mimika
(redaksi/Lp4/Papua)