Peristiwa Kekerasan Almarhum Suster Gabriela Melani Di Kiwirok Termasuk TPTO

Peristiwa Kekerasan Almarhum Suster Gabriela Melani Di Kiwirok Termasuk Tpto

JAYAPURA | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan memberikan santunan kepada keluarga korban Gabriella Melani, yang menjadi korban dari peristiwa yang terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua yang terjadi pada Senin (13/09/2021) beberapa waktu lalu.

Penerimaan santunan itu berlangsung di Rumah Keluarga korban Gebriella Melani di Jalan Belut No.03 Expo Waena, Sabtu, (12/05/2022).


Koordinator Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PPPA Ny. Iche Margareth Robin, SH. MH mengatakan, ini sebagai layanan rujukan akhir sebagimana delegasi dari Peraturan Presiden (Perpres), Nomor 65 Tahun 2020 khususnya Pasal 3 huruf d yang menyebutkan bahwa kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diberikan fungsi tambahan untuk menyelenggarakan layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan termasuk TPTO dalam hal koordinasi tingkat Innternasional, Nasional dan Provinsi.

“Kita hadir disini adalah bagian dari pada negara hadir memberikan kebutuhan spesifik sesuai dengan kebutuhan korban, dan didukung dengan bukti-bukti efiden dan tidak menyalahi peraturan Menteri Keuangan terkait pemberian santunan kepada keluarga korban dalam hal ini. Nakes kita yang kita banggakan, seorang anak perempuan pekerja keras yang berdedikasi tinggi untuk mengabdi dipedalaman yaitu Suster Gabriella Melani yang telah berpulang,” ujarnya.

Orang tua Gebriella Melani. Ibu Martina Rinding sempat meneteskan air mata ketika diwawancarai mengingat anaknya yang seorang perempuan tangguh yang sudah berpulang, kalau kami dari keluarga dari orang tua kami mengucap syukur dan berterim kasih banyak atas simpati dan empati dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Inilah wujud kasih yang telah diberikan bagi kami keluarga dan tidak dapat membalas semuanya itu, kami hanya bisa mendoakan semoga Ibu Menteri beserta jajarannya selalu sehat dan sukses dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Dan semakin giat lagi melihat keberadaan anak-anak dipelosok tanah air Indonesia,” terangnya dengan nada sedih.

Wakil Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Sarce Soreng yang juga adalah Anggota DPRD Kota Jayapura, menyampaikan, terima kasih kami sampaikan atas kepedulian dari Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak kami tidak bisa berkata-kata banyak biarlah Tuhan yang membalasnya.

“Harapan kami kepada Pemerintah Provinsi Papua bahwa sodara, anak kami ini statusnya masih honorer. Kita berharap khususnya kepada Dinas Kesehatan yang membawahi semua dinas kesehatan yang ada di Kabupaten/Kota yang ada diPapua. Kiranya anak kami ini diberikan SK pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dan merupakan suatu penghargaan kepada anak kami yang bekerja sebagai tenaga kesehatan,” harapnya.

Kira Tuhan juga bisa membuka hati kepada Pemerintah Provinsi Papua melalui Bapak Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan, agar benar-benar melihat tenaga kesehatan kita yang ada diatas tanah papua khusus korban kekerasan. (***)

Print Friendly, Pdf & Email