Kesaksian Lexi Salukh : Penyertaan Tuhan Ditengah Penderitaan

Simron Yerifrans - Kisah, NTT
  • Bagikan
Kesaksian Lexi Salukh : Penyertaan Tuhan Ditengah Penderitaan

Penyertaan Tuhan Dalam Penderitaan.
(Kesaksian Lexi Salukh)

Liputan4.com, Soe-TTS

Berbagi cerita ( kesaksian ) perjalanan panjang sejak Kamis 19/7/2018 lalu . Kala itu ditengah proses untuk ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi 2019 lalu, sebagai caleg dari PKB untuk dapil 3 Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan semua proses telah dilalui hingga penetapan nama sebagai daftar calon tetap (DCT).

Namun di pagi hari itu seperti biasanya sebelum berangkat kerja,saya sering mengantar istri ke jalan raya untuk menumpang angkutan umum menuju kantor tepatnya di depan kantor Lurah Lasiana kecamatan Kelapa Lima.

Setelah mengantar istri, saya pulang ke rumah namun setibanya di rumah yang dijaga oleh Tante Yuni Silvia yang adalah ipar istri dan teman caleg satu partai beda dapil ,mendadak pusing akibat hipertensi karena malam sebelum makan ikan kering campur tomat hasil kerja sendiri .

Berawal dari pusing itulah tidak sadarkan diri namun puji Tuhan sebelumnya sempat menelpon kepala bidang pencegahan penyakit di Dinas Kesehatan kota Kupang ibu Sri yang biasa di sapa Ma Sri untuk meminta bantuan Mobil ambulance Brigade Kupang Sehat(BKS) guna menjemput dari rumah ke rumah sakit.

Kedatangan mobil sempat terlambat beberapa jam tapi dengan pertolongan ma Sri,mobil ambulance bisa mengantar ke Rumah sakit dan setiba di rumah mengalami hal yang luar biasa dan menjerus ke kemaut karena Selama 9 hari di rumah sakit tidak menyadarkan diri (Koma).

Sejak saat itu saya mengalami kelumpuhan bagian kiri karena ternyata terserang stroke akibat penyumbatan pembuluh darah .Semua yang terjadi itu atas anugerah Tuhan Yesus.

Kehadiran Tante Yuni kala itu dirumah sebagai ipar istri dan teman caleg satu partai cukup membantu.
Anugerah Tuhan luar biasa terhadap saya karena Kehadiran Tante Yuni meski Tante Yuni sebagai agama muslim bisa membantu waktu itu, sebab kalau tidak ada Tante Yuni waktu itu mungkin tidak ada kesaksian ini . Tuhan Yesus luar biasa mengatur semua dan indah melakukan semua.

Perjalanaan sejak 2018 sampai saat ini penuh cerita dan kasih Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan karena sungguh menderita sebab disaat bangun tidur banyak hal terjadi salah satu perasaan tidak karuan.

Hal yang menyenangkan adalah disaat tidur dan makan dengan kecap manis dan ketika dekat dengan Tuhan melalui doa Bapa Kami .

Disisi lain bawaan penyakit ini adalah rasa kangen muncul dengan tiba-tiba terhadap sejumlah orang yang dulu semasa sehat sama-sama tapi karena kesibukan mereka jadi tidak bisa ketemu dan sulitnya lagi hp rusak sejak sakit jadi kehilangan semua nomor jadi untuk berkomunikasi dengan mereka sulit tapi begitu rasa rindu itu muncul.

Saya selalu pedomani pelayanan Rasul Paulus yakni berdoa dan bersyukur sehingga orang – orang yang di doakan dengan tiba-tiba muncul menjenguk tanpa janji sedangkan yang membuat sakit hati banyak orang yang janji untuk jenguk tapi tidak penuhi janji lebih lagi mereka yang dulu akrab dan dianggap saudara bahkan pernah dibantu tidak muncul sedangkan yang tidak akrab yang muncul berulang kali.

Seperti anggota DPRD Kabupaten Kupang Ira Seubekum ,Selain itu penyakit yang dialami mengakibatkan daya ingat lemah dan semua hal dilupakan tapi berkat anugerah Tuhan Yesus melalui pergumulan dan doa” Bapak Kami ” setiap jam dengan di pandu dengan jam dinding rumah yang tepat jam alarm bunyi.

Syukur dengan berdoa yang dilakukan mendapatkan keteduhan hati dan perasaan. Namun hal yang dilakukan sebelum jam dinding berbunyi adalah selalu membaca Alkitab sebagai pengantar yakni pagi sampai siang jam 12 siang perjanjian lama setelah sembayang jam 12 siang beralih ke perjanjian baru dan puji Tuhan perjanjian baru sudah diulang 11 kali sedangkan perjanjian lama kali ke 4 dan baru masuk Mazmur di bulan Mei ini dan tulisan ini di tulis.

Sungguh anugerah Tuhan luar biasa karena dengan mengalami sakit bisa lebih dekat dengan Tuhan Yesus lewat doa dan membaca Alkitab.
Selain itu setiap momentum hari raya sering meminta kado’ kepada Tuhan Yesus dengan pedomani Matius 7.7 sehingga Tuhan Yesus menjawab contoh sebelumnya sebagai penderita stroke air liur sering keluar tapi di momentum Natal,saya meminta kado akhirnya berhenti begitu juga paskah berdoa minta kado’ akhirnya mendapatkan kado yakni perasaan sudah nyaman.

Sedangkan ulang tahun istri di bulan April meminta kado dan mendapat kado dengan sudah bisa mulai mendengar bunyi dan suara padahal sebelumnya tidak bisa dengar dan begitu bunyi TV, tidak bisa dengar karena merasa terganggu sekali di momen ulang tahun anak 2 Juni dan ulang tahun pernikahan 5 Juni 2020 mendapat kado perasaan tenang seperti tidak sakit meski belum bisa jalan sendiri tapi perasaan dan kemampuan untuk mendengar bunyi dan suara sudah aman .

Dan semoga tahun ini mendapat kado lagi seperti tahun kemarin di momentum ulang tahun anak 2 Juni mendatang dan ulang tahun pernikahan 5 Juni.

Puji Tuhan Yesus juga karena bertepatan dengan jatuh sakit adik kandung kelima Ester Yanti yang kala itu mau kuliah tapi tidak lulus kuliah jadi dia yang setia jaga sedangkan istri berkantor dan selain itu kantor tempat kerja victory news tetap memperhatikan dengan memberikan gaji dan baru berhenti di bulan februari 2021.

Kasih Tuhan Yesus luar biasa bagi saya karena perbulan Mei 2021, masih hidup sedangkan 15 orang teman dan keluarga yang pernah jenguk Tuhan panggil pulang dan sejak sakit banyak barang yang rusak diantaranya TV , hp, radio, piring dan Periuk termasuk motor dan notebook juga tapi atas berkat anjuran Mama rohani Ketua persekutuan doa Lilin Kecil untuk tidak perlu tangisi karena itu merupakan tebusan nyawa jadi itu bisa tenang .

Selain itu luar biasa dua grup wa rohani yakni Rumah Doa Segala Bangsa dan House of Truth yang selama ini meneguhkan hati dengan memberkati lewat renungan dan salah satu orang yang selalu merespon dan memberikan penjelasan Pdt Joko Susilo.

Tak kalah penting untuk diceritakan dalam keadaan sakit ini sering kali alami yakni kalau maki atau bahasa kotor lidah dan mulut luka.
Teringat teman -teman wartawan kota Kupang pernah jenguk dan ajak jalan – jalan di pantai karena mereka membawa mobil dan spontan saat canda lalu keluarkan makian , sepulang mulut luka selain itu Adi Ester di rumah ganggu dan maki lidah luka begitupun telpon dengan orang dan salah omong pasti luka jadi saat ini takut untuk bahasa kotor .

Dan berkat pergumulan doa orang yang di rindukan tersisa 3 orang yang belum komunikasi yakni dua teman wartawan di Maluku Utara dan ketua persekutuan doa Mahanaim di Kecamatan Amanuban Timur.

Sedangkan yang lain sudah berkomunikasi, terbaru ibu pendeta Rina Ndakulara di Waingapu dan semoga kedepan bisa berkomunikasi dengan yang tersisa dan di momentum ulang tahun anak ke 6 pada 2 Juni dan ulang tahun pernikahan ke 7 pada 5 Juni mendatang dapat kado seperti sebelumnya.

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
1
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications