Penyaluran Bansos di Kelurahan Tanjung Priok Jakut Menuai Polemik

Penyaluran Bansos Di Kelurahan Tanjung Priok Jakut Menuai Polemik

Jakarta-Meski bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako di Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara telah disalurkan ke warga pada 21 April 2020 lalu, namun hingga kini pembagian sembako kepada warga tersebut masih menuai polemik.

LMK RW 04 Kelurahan Tanjung Priok Pendi Hutapea yang sebelumnya menyoroti kejanggalan data penerima bansos, dan mengkritisi pengurangan jumlah data penerima bansos di Kelurahan Tanjung Priok, dituding oleh rekan sejawatnya, Harun LMK RW 01 telah berasumsi.


Menurut Pendi, data yang disampaikannya adalah benar, karena dirinya telah menerima salinan data penerima bansos, baik data awal yang berjumlah 6077 orang dengan data akhir yang berkurang menjadi 6015 orang, pada saat rapat dengan Lurah dan Camat Tanjung Priok pada tanggal 17 April.

"Pada rapat tersebut, saya memegang surat data penerima bansos yang tak memiliki kop surat dan tak jelas asalnya. Disitu saya mengkritisi soal bentuk surat yang janggal dan pengurangan data bansos. Namun lurah dan camat tidak bisa menjawabnya,"ujar Pendi.

Dalam rapat tersebut, ia mengusulkan untuk menunda pembagian sembako, dan meminta data dikembalikan ke data awal. Bahkan ia sempat meminta hal ini dibahas di rapat RW.

"Tapi sayangnya pada rapat RW, yang dihadiri saudara Harun tidak dibahas soal pengurangan data penerima bansos,"ujarnya.

Karena itu ia memprotes keras sikap Harun sebagai LMK 01, di media massa yang menyebut dirinya telah berasumsi. "Apa yang saya sampaikan berdasarkan data, dan itu adalah fakta bukan asumsi,"tegas Pendi

Karena itu ia mengaku siap menempuh jalur hukum, untuk melaporkan tudingan tersebut. Terlebih ia memiliki data dan bukti seperti rekaman pembicaraan pertemuan dengan lurah dan camat.

[zombify_post]