Isu Penundaan Pemilu 2024, Pimpinan Rumah Demokrasi : Meresahkan dan Melawan Konstitusi

Isu Penundaan Pemilu 2024, Pimpinan Rumah Demokrasi : Meresahkan Dan Melawan Konstitusi

JAKARTA | Sontak publik saat ini dihebohkan dengan isu penundaan pemilu, hal ini tentu melawan amanat undang – undang serta melawan konstitusi.

Menaggapi isu itu, Pimpinan Rumah Demokrasi (RD) Ramdansyah menegaskan isu penundaan pemilu dapat meresahkan masyarakat, dan itu bentuk pelanggaran konstitusi.


Dikatakan Ramnsyah  dalam teori ketatanegaraan, pelanggaran atas konstitusi hanya dimungkinkan dalam kondisi yang sangat darurat. Itupun dengan pertimbangan dan asumsi yang jelas terkait definisi untuk penyelamatan negara dan melindungi seluruh rakyat.

Dengan demikian persoalan konstitusional lainnya adalah penambahan masa jabatan presiden, memperpanjang masa jabatan parlemen, dan kepala daerah.

“Boleh dikatakan bahwa ini akan menyebabkan pelanggaran konstitusi secara berjamaah,” ujarnya

Rumah Demokrasi menolak wacana penundaan pemilu dengan membuat lagu berjudul (tetap) Pemilu 2024.

“Kampanye ini diharapkan dapat diikuti oleh penggiat demokrasi, kalangan kampus, relawan dan aktivis Pemilu,” ujar Pimpinan Rumah Demokrasi, Ramdansyah.

Ramdansyah berpandangan bahwa dalam politik tidak ada yang terjadi secara kebetulan, melainkan sudah dirancang atau direncanakan.

Bendasarkan cara pandang Jenderal Prusia Carl von Clausewitz, adalah sebuah strategi untuk memenangkan perang atau konstelasi.

“Maka saat Ketua- ketua umum Partai berbicara mengenai penundaan Pemilu 2024 maka pernyataan itu bisa dibaca dengan cara demikian,” ujar mantan ketua Panwaslu DKI 2008 ini.

Ramdansyah menganalisa alasan penundaan yang diungkapkan ketua partai yakni pemulihan ekonomi atau pandemi. Ia mengatakan sejumlah Pilkada tahun 2020 dapat digelar pada masa pandemi dan bisa dilakukan hanya dengan persiapan kurang lebih enam bulan.

“Sekarang Pemilu 2024 dengan persiapan lebih dari satu tahun, tidak mungkin menjadi alasan untuk penundaan Pemilu 2024,” ujar mantan sekjen Partai Idaman tersebut.

Print Friendly, Pdf & Email