News  

Pemuda Pemudi Negeri Wahai Berbagi Dalam Pandemi

Pemuda Pemudi Negeri Wahai Berbagi Dalam Pandemi

Liputan4.com Penyebaran Virus Corona makin hari mengalami peningkatan ODP, PDP, Korban Jiwa, Dan Kasus Terkonfirmasi tidak juga kian merosot membuat pemerintah kewalahan menanganinya. Terlebih lagi dihadapkan dengan arus mudik membuat pemerintah lebih bekerja ekstra agar penyebaran virus Corona tidak menjalar melalui gelombang mudik lebaran. Kita harus mengapresiasi tindakan mereka dengan cara menaati prosedur yang diterapkan pemerintah. Semoga pandemi ini segera berakhir.

           Bulan suci ramadhan sejatinya adalah Bulan penuh akan keberkahan, Bulan ampunan, Bulan Religius, Dimana segala aktivitas diisi dengan dimensi spiritual (Ibadah ritual) dan dimensi sosial/sedekah (Berbagi antar sesama) sebagai bentuk ketakwaan kita kepada ALLAH SWT. Akan tetapi ramadhan kali ini terasa berbeda, semenjak penyebaran virus Corona banyak aktivitas ibadah yang terganggu dikarenakan ketakutan akan semakin meningkatnya angka kasus terkonfirmasi. Sehingga PSBB membatasi sholat berjama’ah dan pisycal distancing membatasi dimensi sosial (sedekah). Sehingga tidak sedikit masyarakat yang menjalankan ibadah ramandhanya tidak totalitas.


           WAHAI. Pemuda pemudi Negeri Wahai melihat dan menganggapnya dengan cara yang berbeda, Bukan menyepelekan anjuran pemerintah, akan tetapi lebih melihat pada sisi keberkahan dari bulan suci ramadhan. Yang segala aktivitas ibadahnya akan dinilai berlipat ganda oleh ALLAH SWT. akan sangat sia-sia bila Ramadhan hanya di habiskan dengan menonton TV atau main game online dirumah.
Seperti yang dituturkan salah satu remaja yg juga merupakan ketua seksi panitia pembangunan TPA Nurul Hidayah.
Menurut Fikran Ialuhun “Kami Sangat mengapresiasi tindakan serta anjuran yg dikeluarkan pemerintah agar penyebaran virus ini dapat terputus sehingga aktivitas bisa kembali normal, kami juga ingin agar pandemi ini segera berakhir.”
“Kegiatan yg kami buat bukan bertujuan untuk menyepelekan anjuran dari pemerintah melainkan melihat ini sebagai salah satu peluang besar untuk meningkatkan ketakwaan kita dengan satu amalan zariah yang mana amalan tersebut tidak akan pernah terputus sampai kita wafat” Tambah Fikran Ialuhun. Rapat panitia pembangunan TPA Nurul Hidayah

           Melihat dari keberkahan dan begitu banyak pahala yang ALLAH berikan dalam bulan Ramadhan bila dimaksimalkan dengan ibadah.
Akan tetapi Ramdhan kali ini terasa berbeda penyebaran virus Corona membuat semua orang tidak maksimal dalam menjalankannya. Padahal setiap orang belum tentu diberi kesempatan untuk merasakan Ramadhan berikutnya. Hal inilah yang menjadi dasar pikir dan spirit Pemuda pemudi Negeri Wahai, mereka berinisiatif membuat semua orang dapat merasakan keberkahan Bulan Ramadhan kali ini walaupun ditengah-tengah pandemi. Dengan cara beramal zariah (sedekah zariah) dari rumah.

           Kita tau bahwasanya amal zariah merupakan amalan seseorang mahluk yang tidak akan pernah terputus walaupun telah meninggal dunia. Konsep amal zariah yang dimaksud adalah bersama membangun Rumah Allah (Taman pengajian Anak-anak). Selain sebagai amalan yang tidak terputus  juga sebagai investasi rumah di surga. Seperti yang terterah dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan (HR. Bukhari no 450) “Siapa yang membangun mesjid karena ALLAH, maka ALLAH akan membangun baginya semisal itu di surga” Masya Allah.

           Surga itu seluas langit dan bumi akan sepi bila hanya diisi seorang diri. untuk itu Mari kita mengejar keberkahan bersama dengan cara membantu menyalurkan sebagian harta yang kita miliki dijalan ALLAH, pada nomor rekening yang terterah.
Nomor rekening BRI : 4976-01-010843-53-8
Atas nama : Panitia pembangunan TPA Nurul Hidayah
Semoga apa yang kita salurkan dapat bermanfaat dan di ridhohi ALLAH SWT.
Insha’allah