PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Pemuda Adat Lapago Tak Terima Hasil Seleksi IPDN di Papua.

Pewarta: Redaksi Papua Topik: Opini, Papua
  • Bagikan
Pemuda Adat Lapago Tak Terima Hasil Seleksi IPDN di Papua.

Jayapura | Pemuda Adat Lapago tidak terima dengan hasil peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua.

” Apabila aksi kami ini tidak ditanggapi baik, kami akan melakukan pemalangan dan menduduki kampus IPDN Papua dengan jumlah masa yang besar, ”

Pernyataan itu ditegaskan oleh Musa Moses Willyams Erelak, Tokoh Intelektual Tolikara bersama masyarakat pegunungan tengah, mahasiswa, pemuda, ketua-ketua adat saat melakukan demo damai di halaman kantor Majelis Rakyat Papua, Selasa (7/9/21).

Karena hal itu menurut mereka tidak sesuai dengan mekanisme dan aturan undang-undang Otonomi khusus (Otsus) yang berlaku khusus bagi Orang Asli Papua.

Musa merasa janggal soal nama yang tercantum dalam Kuota sebagai anak-anak dari Tolikara namun yang tertulis dalam kuota tersebut bukanlah anak-anak dari Tolikara melainkan dari kabupaten lain.

“Namanya bukan anak-anak Tolikara. Yang tadi sisanya 3 orang itu yang lolos 2 disini atas nama Tolikara tapi bukan anak-anak Tolikara,” ungkapnya.

Menurutnya ada oknum yang bermain dibalik seleksi penerimaan praja IPDN tersebut.

“Ada oknum yang bermain masalah penerimaan IPDN ini disela-sela kesibukan pemerintah provinsi Papua menjelang PON,\” ujar Musa Erelak.

Pihaknya juga akan meminta penjelasan dari pihak rektor kampus IPDN dan juga mempertanyakan mekanisme atau aturan yang dipakai dalam seleksi tersebut.

Rektor institut dalam negeri untuk memberikan keterangan. Mekanisme atau pola apa yang mereka pakai sampai adik-adik kami ini ikut seleksi dari awal sampai dengan nilai juga baik tapi kenapa tiba-tiba hilang,\” pungkas Musa.

Hal senada juga disampaikan Ketua Adat Lapagi, Purnawirawan Paus Kogoya merasa kecewa penerimaan tersebut tidak sesuai dengan mekanis dan aturan.

“Tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme. Dan ini sekarang sudah jelas bahwa undang-undang otonomi khusus sudah sampaikan bahwa jadi tuan diatas negerinya sendiri,\” tandasnya.

Sementara itu Laringgen Kogoya selaku Tokoh Pemuda Tolikara mengatakan anak-anak tersebut memiliki kemampuan yang sangat mumpuni namun mereka tidak lulus seleksi

“Anak-anak yang ikuti seleksi ini kemampuan sudah oke, kenapa dikasih jatuhkan mereka,\” Pungkasnya.

Penulis: Berti

Editor: Red/Papua

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan