Image

Pemerhati Soroti Besarnya Anggaran Program Pelayanan Kedinasan dan Biaya Penunjang Kerumahtanggaan Bupati/Wakil Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI – Liputan4.com
Pemerhati Anggaran dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bekasi Boy Iwan, mempertanyakan anggaran hingga 1,7 Milyar yang dianggarkan untuk program pelayanan kedinasan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, kegiatan penyediaan biaya penunjang kerumahtanggaan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.

“Salah satunya belanja pemeliharaan kesehatan Bupati dan Wakil Bupati sebesar Rp.538 Juta lebih pertahun. dan juga belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih rumah Dinas/Jabatan Bupati dan Wakil Bupati berjumlah Rp.150 juta dan ada juga anggaran Belanja Bahan/Material Rp.390.000.000, dan belanja persediaan makanan pokok rumah Dinas /jabatan Bupati dan Wakil Bupati Rp150.000.000,
sangat kurang masuk akal. Karena, logikanya masa iya peralatan kebersihan setiap bulan ganti, rusak atau bagaimana? kita hitung, berarti untuk peralatan kebersihan dan bahan pembersih rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati sekitar Rp 150 juta per-tahun”. Ungkap Boy Iwan.

Selain itu Boy Iwan juga mengatakan, anggaran sebesar tersebut bila dihitung perbulan mencapai sekitar Rp.12.500.000, Sehingga dirinya pun mempertanyakan dengan sederhana dengan anggaran besaran tersebut.

“Pertanyaanya sederhana, peralatan kebersihan apa tiap bulan harus ganti hingga Rp.12.500.000 sebulan”. Katanya, dengan nada mempertanyakan.

Besarnya anggaran tersebut, Boy menduga adanya indikasi kearah KKN. terkait anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi Tahun 2018 tersebut. terkait kegiatan belanja bahan material beserta penyerapan anggaran yang telah digelontorkan Pemkab Bekasi untuk Rumah Dinas Bupati.

“Terkait bahan material apa saja yang dibeli sampai-sampai anggaranya mencapai Rp 390 juta.” jelas Boy.

Lanjutnya, anggaran yang telah terserap tersebut patut dipertanyakan. Dalam hal ini, Kepala Bagian Umum Jajaran Sekertaris Daerah patut memberikan klarifikasi yang detail. Jangan sampai anggaran yang nominalnya mencapai 1 Milyar lebih tersebut bakal dikorupsi secara berjamaah.

“Ya kalau pihak yang bersangkutan (pengguna anggaran) bungkam, berarti benar anggaran tersebut di korupsi secara berjamaah,” tandasnya.

LIPUTAN : YAKUB

Leave a Reply