Pembuatan Embung Milik Pemerintah, Di Klaim Milik Pribadi

KARANG BAHAGIA – Liputan4.com
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui DPMPSDA (Dinas Bina Marga Dan Pengelolaan Sumber Daya Air) telah menganggarkan atau mengucurkan dana untuk pembuatan Embung pertanian yang nantinya digunakan untuk penampungan air yang nantinya fungsikan untuk mengairi areal pesawahan yang kering.

Pantauan Media Liputan4.com, pembuatan Embung yang berlokasi di RT 002/004 Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi tersebut, diduga syarat dengan kecurangan yang dilakukan pemborong proyek tersebut, dikarenakan pembuatannya terlihat asal – asalan, apa yang ada dalam gambar ini merupakan fakta, dimana perbuatan kontraktor tersebut sangatlah merugikan uang Negara.

Kecurangan kontraktor tersebut dapat dilihat dari pengerjaan embung tersebut, yang seharusnya untuk penampungan nya lebih dahulu dilakukan penggalian, seperti membuat empang, bukannya di pasang batu dahulu, baru di keruk atau di gali, jika seperti itu, pengerjaan embung tersebut sama dengan pengerjaan leningan. embung, minimal 2,5 meter kedalamannya, bahkan bisa sampai 3 meter, dalam pemasangan batu pun harus dalam keadaan kering, tidak banjir seperti, seandainya banjir pun harus di pompa di keringkan dahulu airnya.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah ketidak transparanan Kontraktor tersebut, terlihat dilokasi, tidak terpasang papan proyek, padahal telah diatur dalam Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008, dimana dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh dana pemerintah, masyarakat berhak mengetahui, sekaligus sebagai informasi kegiatan, bukannya pemborong mengklaim kegiatan itu bukan embung, melaikan,empang pribadi pemancingan.

Menurut salah seorang warga masyarakat yang terdekat di lokasi pembuatan Embung tersebut Deri, dirinya mengaku pernah melihat bahkan berbincang dengan beberapa pegawai dari Pemda Kabupaten Bekasi saat melakukan pengukuran dilokasi, dimana mereka mengaku sebagai PPTK dan Pengawas, kegiatan pembuatan embung tersebut.

“Waktu itu saya melihat orang Pemda saat melakukan pengukuran dilokasi, Namun setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, Kontraktor malah mengatakan ini adalah pembuatan empang”. Kata Deri menjelaskan kepada Liputan4.com

Kemudian Deri mengaku heran kepada kontraktor yang merupakan warga Desa Sukaraya, karena dalam melakukan kegiatan tidak transparan, padahal kegiatan tersebut dilakukan di Desa sendiri, dan lebih terkesan mementingkan keuntungan dari pada kualitas pekerjaan.

Liputan : Asun

Leave a Reply