GOR tipe B yang pengerjaannya dimulai sejak April 2020 itu memiliki kapasitas tampung hingga 3.000 penonton. 

Pembangunan GOR  memiliki luas bangunan 1.000 meter persegi itu dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran Rp14,7 miliar. 

Saat ini pembangunan GOR yang rencananya diperuntukan menampung empat lapangan bulutangkis, satu lapangan voli, satu lapangan basket, satu lapangan futsal dan satu  tenis lapangan itu pembangunannya sudah mencapai 80 persen. 

Di sela-sela peninjauan, Noormiliyani didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Kadisporbudpar) Batola Gusti Ruspandi dan pihak kontraktor mengharapkan pembangunan GOR itu bisa rampung tepat waktu. 

“Walau terkendala pandemi COVID-19, saya berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu,” pinta bupati wanita pertama di Kalsel.

Agar, lanjut bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Desember 2020 nanti bisa diresmikan bertepatan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala. 

Noormiliyani menyatakan, akan mengundang Menteri Olahraga pada saat peresmian nantinya. 

“Insya Allah kita akan undang Menteri Olahraga. Semoga beliau berkenan dan memiliki kesempatan untuk hadir,” harapnya. 

Selain bangunan utama, Noormiliyani juga mengharapkan, fasilitas pendukung seperti jalan dan lainnya yang dilaksanakan PUPR Batola telah selesai dikerjakan sebelum peresmian. 
 
Isteri mantan Bupati Batola H Hasanuddin Murad itu juga mengharapkan, kedepannya keberadaan GOR akan dilengkapi fasilitas untuk arena latihan bagi para atlit dayung Batola. 

Dia juga berharap, seiring peningkatan sarana juga menunjang peningkatan prestasi di semua cabang olahraga, terutama cabang-cabang unggulan ke depannya. 

Sementara, Direktur PT Semangat Bakti Bangkit Rusli Ramli, selaku kontraktor pembangunan GOR Batola menyampaikan keoptimisannya mampu menyelasaikan target pembangunan Desember nanti.

“Kami optimis pembangunan GOR ini akan selesai Desember nanti. Jika ada kemoloran mungkin hanya terjadi sekitar 1 bulan ke Januari 2021,” paparnya.

Rusli menuturkan, kendala utama yang pihaknya rasakan dalam mengerjakan pembangunan GOR itu adanya pandemi COVID-19 terjadi saat ini, hingga membuat pembangunan sempat molor tiga bulan. 

“Pembangunan memang sempat terhenti tiga bulan, tapi kita yakin target pekerjaan bisa selesai sesuai waktu peresmian,” ucapnya. (Liputan4.con).