Peduli Generasi Qur’an, Rumah Zakat Lombok Salurkan Bantuan Ke KLU

 
Liputan4.com – KLU | Gempa bumi yang meluluhlantahkan Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 yang lalu masih menyisakan bekas yang cukup memprihatinkan sampai saat ini. Walaupun kondisi saat sekarang relatif normal, namun badai Covid-19 seakan menambah berat beban para warga terdampak khususnya di Kecamatan Pemenang Lombok Utara.
Dampak yang mendera warga terutama pegiat dunia pendidikan non formal akibat musibah gempa bumi dan Covid-19 ini ternyata menjadi pemicu komitmen untuk senantiasa aktif berkiprah dalam mendidik generasi di lingkungan mereka. Meskipun dengan kondisi serba terbatas dan sumber daya yang sangat minim namun semuanya dijalani dengan ikhlas.

Penyerahan bantuan mushaf al Qur’an dan Iqro’ jilid 1 sd 6 dari Relawan Nusantara (Rumah Zakat Lombok ) ke TPQ Nurul Hidayah Dusun Kerujuk Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara

Seperti keadaan yang didapati oleh rombongan para Relawan Nusantara (Rumah Zakat Lombok ) saat berkunjung ke sebuah TPQ yang beralamat di dusun Kerujuk Pemenang Barat Kecamatan Pemenang KLU. Kedatangan para Relawan kali ini, Ahad 18/10 adalah untuk menyalurkan bantuan berupa 50 buah mushaf al Qur’an dan 35 buah buku Iqro’ jilid 1 sd 6.
TPQ Nurul Hidayah, sampai saat ini masih menumpang di gedung milik PAUD Banu Manaf. TPQ ini berdiri sejak tahun 2013, namun sempat terhenti akibat bencana gempa dua tahun silam. Kemudian diaktifkan kembali sejak Januari tahun 2020. Hal ini dibeberkan oleh Pimpinan TPQ Nurul Hidayah Ustadz Muhammad Azkar saat memberikan kata-kata sambutan. “Kami menghaturkan ucapan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat NTB (Lombok) atas kunjungan dan bantuan ini. Semoga mendapat balasan dari Allah Swt,” harapnya.
Sementara dari pihak Relawan Nusantara dalam penyampaiannya mengatakan sangat terharu terhadap kegigihan para tenaga pendidik untuk memajukan generasi di kampung tersebut. Menurutnya hal ini sangat membutuhkan rasa pengabdian yang tulus. “Kami datang sekedar ikut ambil bagian dalam memajukan generasi khususnya di lingkungan Kerujuk ini. Semangat bertahan para pendidik sangat besar artinya dibandingkan dengan bantuan yang kami salurkan saat ini. Mudah-mudahan pada waktu yang akan datang kita bisa memberikan yang lebih besar lagi, ” kata Relawan yang ditunjuk mewakili Koordinator ini.
Adapun jumlah santri yang belajar disini cukup banyak. Salah seorang tenaga pendidik, Rifka membeberkan jumlah santri dan guru.
“Semua santri berjumlah 60 an orang, dari anak usia TK, SD/MI bahkan seusia SLTP. Sementara jumlah tenaga guru sebanyak 20 orang yang terbagi ke dalam beberapa shif,” demikian guru muda ini merincikan.
Adapun jadwal belajar santri, menurut salah seorang guru yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan anak-anak belajar mulai bakda ashar sampai menjelang magrib. Pertemuan berakhir setelah jam menunjukkan pukul 12.30 (MI)

Leave a Reply