Pavingisasi Di Desa Plakpak Menjadi Sorotan LSM JCW Jatim, Jalan Menuju Kandang Ternak

Pavingisasi Di Desa Plakpak Menjadi Sorotan Lsm Jcw Jatim, Jalan Menuju Kandang Ternak

Liputan4.com, Pamekasan – Pekerjaan proyek di Kabupaten Pamekasan Jawa Timur, tidak sedikit terpantau abal – abal baik dari segi teknik pekerjaan maupun dari kelengkapan administrasi pekerjaan bahkan dari segi fungsinya.

Adanya pengawas dalam sebuah pekerjaan proyek tidak serta – merta proyek tersebut dikerjakan sesuai aturan, bahkan ada sebagian proyek yang dalam segi pekerjaannya menimbulkan polemik dikalangan masyarakat.


Seperti salah satu proyek yang baru selesai dikerjakan yang menjadi perbincangan dan proyek tersebut di soroti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JCW Jatim Pekerjaan pavingisasi di dusun Tengracak Desa Plakpak kecamatan Pengantenan, Pamekasan, Jawa Timur.

Dimana hal yang disorot pada proyek tersebut ialah tidak adanya papan informasi pekerjaan dan pemanfaatannya menjadi tanda tanya

Abdurrahem selaku anggota LSM Jatim corruption watch (JCW) Jawa timur setelah mendapat informasi dari masyarakat langsung turun kelapangan untuk melakukan investigasi terkait pekerjaan proyek pavingisasi yang diduga kurang tepat sasaran

Abdurahem mengatakan dalam temuannya, pekerjaan pavingisasi tersebut bukan jalan ke permukiman warga, melainkan menuju jalan tempat kandang ternak kambing yang diduga milik pribadi salah satu Wakil Rakyat (DPRD) di pamekasan

“Patut diduga perkerjaan pavingisasi tersebut untuk kepentingan pribadi dan sudah direncanakan, anehnya di lokasi pekerjaan tidak terpampang papan nama proyek padahal pekerjaan proyek tersebut pas dibelakang rumah wakil rakyat.”kata Rahem, Selasa, (26/07/2022)

Lebih lanjut Rahem menambahkan, dalam pekerjaan proyek pavingisasi yang berlokasi di dusun tengracak desa plakpak kecamatan pengantenan itu diduga tidak prosedural.

“Mana ada jalan menuju tempat kandang kambing jalannya di paving, kalau pekerjaan ini memakai uang negara patut diduga menyalahi aturan dan perlu dilaporkan ke APIP dan ke aparat penegak hukum, tambahnya

Sementara warga setempat yang tidak mau menyebutkan namanya saat ditanyakan oleh Rahem siapa pemilik proyek tersebut, ia mengatakan tidak tahu.

“Tidak tahu mas,” katanya singkat jalan lewat di lokasi,

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari Kepala Desa setempat.