PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Pantau Pelayanan Dokumen, Ini Inovasi Yang Akan dilakukan Kadis Dukcapil TTS

Pewarta: Simron Yerifrans Topik: NTT, Pemerintahan
  • Bagikan
Pantau Pelayanan Dokumen, Ini Inovasi Yang Akan dilakukan Kadis Dukcapil TTS

Foto : Kadis Dukcapil TTS, Apris Manafe Saat Memantau Pelayanan Dokumen Kependudukan

Liputan4.com, Soe-TTS

Belum hitungan bulan menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Apris Manafe akan segera melakukan berbagai inovasi pelayanan dokumen kependudukan.

Ditemui saat melakukan pantauan pelayanan E-KTP di kantor Dukcapil, Senin 6/9/2021,Apris mengatakan untuk saat ini pelayanan di Dukcapil masih dibatasi sambil menunggu
surat edaran Bupati terkait PPKM.

Namun demikian jika masyarakat sudah sampai ke kantor maka harus diberikan pelayanan.

“Saya perlu memantau pelayanan sehingga bisa mendengar langsung keluhan masyarakat,dari situ kita bisa evaluasi”, ujar mantan Camat Fautmolo ini

Dikatakan,selain melanjutkan program pelayanan seperti Jebol,dirinya akan buat inovasi baru yakni pelayanan dokumen kependudukan di desa yang ada jaringan 4G. Dan ini sedang dilakukan koordinasi sambil menunggu Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Jika sudah ada TTE, Dukcapil akan menyasar desa desa yang ada jaringan 4G untuk pelayanan dokumen kependudukan seperti, Akte,KK dan dokumen lainnya selain E-KTP.
Ini sangat memudahkan karna langsung tanda tangan dokumen di desa sehingga dokumen tidak perlu dibawa ke Soe namun setelah ditandatangani bisa dibagikan kepada masyarakat saat itu juga.

Selain itu Dukcapil juga akan mempercepat pengurusan akte kematian dalam waktu dua atau tiga jam.
“Kita Dukcapil harus cepat respon ketika ada orang meninggal dan disitu ada ucapan duka dari pemerintah,nah disitu kita cepat respon untuk mengurus akte sehingga saat pemakaman akte bisa diserahkan,baik oleh Bupati, Wakil Bupati ataupun Dinas.
Dan disitu kita tunjukan kalau pemerintah hadir untuk masyarakat dalam keadaan apapun”,ujar Apris.

Terkait pelayanan di Dukcapil secara umum masih ada kendala katna saat ini hanya ada 4 komputer tua,karna itu tahun depan diupayakan dalam perencanaan untuk penambahan komputer dan alat cetak (Rebound).

Sedangkan pelayanan online yang sering dikeluhkan, Apris mengaku karna kekurangan tenaga dalam hal pelayanan online.

Menurutnya setiap hari setidaknya terdapat 300-500 pesan WhatsApp padahal sehari hanya bisa ajukan 70, Karna itu pihaknya akan menambah tenaga terkhusus untuk mengurus pelayanan online.

Salah satu warga,Gusti ketika dimintai komentarnya terkait inovasi baru tersebut menyambut baik apapun model pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya pemerintah harus punya inovasi pelayanan agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan dokumen kependudukan.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan