News  

Panen Raya Harga Padi Belum Stabil Di Palas, Lampung Selatan

Panen Raya Harga Padi Belum Stabil Di Palas, Lampung Selatan

Liputan4.com – Palas. Keluhan petani di Kecamatan Palas di saat panen mendekati hari Raya Idul Fitri adalah harga padi yang anjlok dan tutup gudang, kebutuhan sehari – hari sangat di rasakan oleh petani saat terhambat menjual panen yang berbarengan dengan Idul Fitri tahun 2020. Harga padi yang biasanya lebih dari 400 ribu per kwintal kini hanya mencapai angka 360 ribu per kwintal gabah dri sawah.

Harga tersebut dinilai belum cukup untuk menutup modal ber cocok tanam padi yang memang sangat besar. Mulai dari pembajakan, tanam, pupuk dan penyemprotan hama. Terlebih lagi biaya yang harus di keluarkan saat panen yakni biaya tebang padi dan ongkon manol ( muat padi dari sawah ke rumah ).


Peliput pada tanggal 23 mei 2020 sempat berbincang dengan salah seorang petani yang sedang menjemur padi, harapan nya harga kembali stabil setelah lebarabn nanti. ” di jemur dulu lah, siapa tau nanti setelah lebaran harga nya udah naik ” ucap petani yang enggan di sebut namanya. Dengan kondisi demikian banyak yang menahan padi dan membesarkan kembali bon kepada bos bos besar yang nanti nya menjadi tempat untuk menjual hasil panen nya. ” bon dulu ke bos pabrik ” kata penjemur padi sambil tersenyum .