Paket Jalan Tani Di Kerja Asal – Asalan, Lembaga Ini Bakal Lapor Kejaksaan Dan Pemilik Aspirasi

Liputan4.com,Jeneponto_ Paket jalan tani yang ada di lingkungan Bungung Lompoa kecamatan Tamalatea kabupaten Jeneponto yang di kerjakan oleh Kelompok tani hati mulia 1 melalui CV. Nuril Jaya Konstruksi dan kelompok tani bungung lompoa bersatu di duga di kerja asal jadi,25/11/22.

Paket jalan tani dengan anggaran kurang lebih Rp. 100.000.000 untuk KT (bungung lompoa bersatu) dan Rp. 174.260.000 untuk KT Hati mulia 1 yang bersumber dari dana DAK dan APBD propinsi sulsel nampak asal – asalan, beberapa bagian sisi pondasi sudah rusak padahal pengerjaan belum selesai sepenuhnya.


Tim investigasi LPK Sulsel Sunar,Nss setelah meninjau lokasi membenarkan hal tersebut,” Ia benar kayaknya pengerjaanya tidak beres, saya lihat mulai dari pondasi yang tidak kokoh hingga tata letak pasangan batu terlihat amburadul,”terangnya.

Ironisnya pemerintah setempat justru tidak tahu keberadaan konstruksi tersebut, camat Tamalatea Drs. Haeruddin limpo saat di konfirmasi justru kaget ada paket masuk wilayahnya namun tidak melapor,” Adakah ? Saya tidak tahu itu dinda,”ucap Camat.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Senada yang disampaikan kepala kelurahan Bontotangnga Hj. Fitrawati,SE, bahwa paket yang masuk wilayahnya dari ke tiganya hanya satu paket yang melaporkan, yang dua justru diam-diam.

Bobroknya konstruksi paket jalan tani kelurahan Bontotangnga yang habiskan anggaran ratusan juta tersebut menyeret banyak pihak yang  telah lalai dalam fungsi dan tugas pengawasan, selain itu kinerja pelaksana bahkan di duga lakukan manipulasi biaya untuk mengejar keuntungan.

Menanggapi temuan tersebut menurut tim investigasi LPK Sulsel Sunar bahwa pelaporan dalam waktu dekat di butuhkan sebagai bentuk sikap pengawasan dan penyelamatan anggaran negara.

“Kita sementara susun pelaporan, tujuan kejaksaan dan pihak dinas terkait serta pemilik aspirasi jika ada, kita akan minta paketnya yang di kerja asalan itu di bongkar dan pihak pelaksana di proses hukum, bisa jadi ada fee proyek maupun kongkalikong lainnya,”tutup Sunar.

Diketahui terdapat tiga paket konstruksi yang masuk di kelurahan Bontotangnga yakni dua paket Jalan tani dan satu paket Embung (tada hujan) yang keberadannya luput dari  pemerintah setempat.