Nihilnya Hasil Penertiban PKL Dikeluhkan Pedagang Kios Dan Los Pasar Lama Baturaja

  • Bagikan
Nihilnya Hasil Penertiban PKL Dikeluhkan Pedagang Kios Dan Los Pasar Lama Baturaja

Liputan4,com.Sumatera Selatan – Baturaja, Keberadaan pedagang kaki lima ( PKL ) disepanjang jalan HOS Cokroaminoto, jalan jenderal Sudirman dan jalan Agus Salim kelurahan Pasar lama Kecamatan Baturaja timur Kabupaten Oku Propinsi Sumatera Selatan, hingga saat ini semakin bertambah keberadaannya.Para pedagang bukan hanya mengelar dagangannya diatas trotoar, di ruas jalan, didepan toko bahkan diantara mereka banyak yang mengelar dagangan diatas mobil dengan memanfaatkan lahan parkir, sedangkan dijalan Warsito sudah bersih dari PKL.

Nihilnya Hasil Penertiban PKL Dikeluhkan Pedagang Kios Dan Los Pasar Lama Baturaja

Aktifitas kegiatan pasar dadakan atau pasar bayangan ini dimulai dari Pukul 24.00 Wib hingga terkadang sampai pukul 07.30 wib pagi, selain keberadaan mereka ini melanggar Perda Nomor 07 tahun 2011, juga merusak keindahan dan kerapihan kota, karena biasanya para petugas penyapu jalanan pada pukul 06.00 wib pagi seharusnya tugas mereka sudah selesai, namun mereka harus menunggu para PKL membubarkan diri, dengan meninggalkan sampah sisa dagangan disana sini saat awak media Liputan 4 com dilokasi pada hari Rabu, (02/06/2021)

Nihilnya Hasil Penertiban PKL Dikeluhkan Pedagang Kios Dan Los Pasar Lama Baturaja

Selain merusak keindahan, ketertiban serta kebersihan pusat kota keberadaan para PKL membuat para pedagang yang berada di wilayah Pasar lama terutama yang berada di los los baik dilantai bawah dan atas, mereka merasa diperlakukan tidak adil dan tidak adanya ketegasan dinas dinas terkait untuk melakukan penertiban.

Salim (52) pedagang sayur yang telah 20 tahun lamanya berdagang dalam bincangnya bersama awak media Liputan 4 com mengutarakan keluhannya,” kalau malam ramai sekali para pedagang berjualan hingga pukul 07.30 Wib, bahkan penguna jalan baik motor dan mobil kesulitan saat akan melintas,”ujar Salim

“Seharusnya mereka PKL yang dibawah dipindahkan dan ditempatkan diatas tempat dagang yang sudah ada tempatnya, dengan keberadaan PKL dibawah membuat sepi pembeli untuk belanja kedalam pasar dan ini sangat merugikan,”ungkap Salim dengan nada kecewa

“Saya berdagang tiap hari dan tiap malam berjualan di los mulai dari jam 24 .00 Wib malam, sulit sekali untuk mendapatkan uang 50.000 saja, apalagi yang didepan depan toko bisa berdagang dengan mendapatkan penerangan listrik dari para pemilik toko tambah nyaman mereka berdagang, jadi kami yang di los atas menjadi sepi,”tutur Salim

Ditempat yang sama tepatnya dilantai atas los para pedagang awak media Liputan 4 com mencoba berbincang bincang dengan ibu Ros (48) yang berdagang di los atas, dalam bincangnya Ros (48) mengatakan,” saya sudah tidak bisa bicara lagi dek, padahal sudah pernah ada penertiban tapi nyatanya malah tambah banyak,”kata Ros

“Apalagi mobil mobil yang membawa dagangan dan mengelarnya malah tambah banyak, mereka mulai berjualan dari pukul 24.00 Wib atau jam 12 malam sampai jam 07.30 wib pagi, seharusnya penertiban jangan cuma hanya semalam atau sekali, padahal tempat dagang diatas banyak yang kosong, cobalah penertibannya seminggunya jadi ada hasilnya, tidak seperti sekarang hasilnya nihil atas penertiban tersebut,” pungkas Ros

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
1
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan