News  

Miris Saat Pandemi Covid – 19 Pelecehan Terhadap Anak Marak Terjadi

Miris Saat Pandemi Covid - 19 Pelecehan Terhadap Anak Marak Terjadi

Palembang.Sumsel .Kamis 30 April 2020 Ketua KPAD Sumsel H.Eko wirawan,SH kepada media ini diruang kerjanya di bilangan jalan ade irma suryani palembang mengatakan bahwasanya di tengah pandemi Corona Covid-19.kasus pelecehan seksual masih   terjadi di wilayah Sumsel,HEko.Wirawan,SH mengatakan kepada Liputan 4 Com ada 2  laporan yang diterima pihak KPAD Sumsel dari Kabupaten Oku timur dan Kab.Muratara jelas nya  terkait kekerasan seksual terhadap anak.

Korban dari kasus pelecehan seksual kebanyakan anak di bawah umur.
"Kasus kekerasan dan pelecehan seksual tinggi di tengah pandemi Covid-19 ini. Hampir setiap bulan ada laporan,baik yang langsung laporan resmi atau laporan biasa," ujar H.Eko.Wirawan SH.Ketua KPAD.Sumsel.
Bahkan lanjut dia, kasus pelecehan seksual di Sumsel ini masih terjadi.


Untuk jumlahnya masih di rekap totalnya, yang jelas di Maret dan April ini ada terjadi 2 kasus pelecehan seksual" ungkap H. Eko.Wirawan.SH Memberikan penjelasan kepada LIPUTAN 4 COM.

Kasus pelecehan seksual oleh Ayah kandung terjadi di desa Kromongan kabupaten OKU timur menjadi salah satu kasus yang terjadi di Kabupaten OKUT di tengah wabah Corona Sekarang ,pihak KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah ) Propinsi Sumatera Selatan tetap akan memantau potensi tindak kriminal terhadap anak tersebut.

H Eko Wirawan.SH meminta Kepada  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten OKUT dan Muratara, untuk dapat memberikan bimbingan  terhadap anak yang ditanganinya,agar tidak terjadi tekanan mental atau pisikologis.

Kasus tersebut merupakan yang sudah diproses hukum lebih lanjut oleh Polres setempat katanya.

Selain itu, untuk korban, perlu diberi bimbingan dan pendampingan secara intens agar psikologi anak bisa membaik pasca menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual.

"Seperti kasus yang terjadi di desa kromongan kabupaten Oku timur, Anak tersebut harus benar-benar mendapatkan pendampingan oleh psikolog. Supaya psikologis anak tidak terganggu di kemudian hari," ujar H,Eko.Wirawan,SH.Ketua KPAD Propinsi Sumatera Selatan menutup wawancaranya kepada LIPUTAN.4 COM
( AGUS MAULANA

[zombify_post]