Miris Depan Kampus UNKA Sintang Menjadi Tempat Penampungan Sampah

Miris Depan Kampus Unka Sintang Menjadi Tempat Penampungan Sampah

Liputan4.com,Sintang

Beberapa bulan akhir-akhir ini di kota Sintang, terlihat satu persatu TPS (Tempat Penampungan Sementara) Sampah satu persatu ditutup. Timbul pertanyaan padahal TPS tersebut sudah lama beroperasi pada lokasi yang ditutup itu, bahkan dilengkapi dengan bak sampah portable yang dapat diangkut langsung oleh mobil truk milik Badan Lingkungan Hidup Pemda kab Sintang, ungkap Dr.Antonius,S.Hut,MP, Rektor Universitas Kapuas Sintang.
Menurutnya, kondisi penutupanan TPS sudah tentu menjadi kekhawatiran masyarakat Sintang, jangan-jangan justru TPA yang ditutup dengan berbagai alasan, tegasnya
Menurut Rektor Unka Sintang, adanya penutupan beberapa lokasi TPS tersebut membuat masyarakat kebingungan membuang sampah, hal ini terbutkti telah terjadi pembuangan sampah di tepi ruas jalan Y.C.Oevang Oeray Desa Baning Kota, tepatnya di depan kampus Universitas Kapuas Sintang terlihat adanya tumpukan sampah pada (kamis sore,29/9/2022).
Dampak penutupan TPS di beberapa lokasi yang ada di kota Sintang harus segera dicarikan solusi, ungkap Rektor Unka ini. Menurut Dr.Antonius,S.Hut.MP, ada beberapa solusi jangka pendek atau bersifat mendesak dalam penanganan sampah dikota Sintang, pihak Pemda kab Sintang perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain dengan pemerintah desa, kelurahan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi unsur elemen masyarakat lainnya dengan cara membangun Tempat Penampungan Sementara yang dilengkapi dengan sumberdaya pengelola sampah untuk melakukan pemprosesan sampah, tegasnya. Polanya dengan mulai menerapkan secara ketat pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuses, Recycle) melalui sumberdaya yang ada dengan mengedepankan nilai-nilai ekonomi dari sampah. Kita harus membangun pola pikir (mindset) bahwa sampah adalah sumber uang, bukan sumber masalah. Pola pikir ini bisa terjadi jika masyarakat mulai berorientasi pada nilai ekonomi atas keberadaan sampah. Pemda kab Sintang dapat melakukan kerjasama dengan cara membangun satu pilot project TPS bersama masyarakat yang berorientasi pada nilai ekonomi, sehingga sampah bukan lagi material yang menimbulkan bau busuk atau sampah harus dipandang sebagai material yang berbau harum (karena ada cuan), tegas ahli lingkungan Universitas Kapuas Sintang ini. Dan untuk solusi jangka panjang, pemda kab sintang harus membangun sistem pengolahan sampah modern, seperti sanitary landfill di lokasi yang memadai dan cocok dengan sistem tersebut, membangun pembangkit listrik menggunakan energi ramah lingkungan (biomassa) yang akan memanfaatkan sampah dalam jumlah besar.
Pihak Universitas Kapuas Sintang jika dilibatkan selalu bersedia untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam mencari penyelesaian penanganan sampah di kota Sintang, dan Rektor Unka dengan tegas mengatakan, supaya tumpukan sampah yang ada di tepi jalan depan kampus unka tidak terulang kembali.”Ungkap Victor Emanuel kepada awak media Liputan4.com,Kalbar.
(Wartawan Abbas)