PPDB KOTA MEDAN 2022

Minat Pengusaha Muda Di Kaltara Meningkat

Minat Pengusaha Muda Di Kaltara Meningkat

JAKARTA, Liputan4.com | Jadi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Utara (HIPMI Kaltara) sendiri kita kan memang provinsi yang baru tahun 2016 Hipmi Kaltara itu baru ada. HIPMI Kaltara yang pertama itu kita ukur dari pengusaha yang masuk ke data internal.

Maka itu diseluruh Hipmi Provinsi Kaltara memang masih sangat minim dan HIPMI belum terlalu tersosialisasikan disana minat-mjnat pengusaha muda disana belum lihat HIPMI secara luas. Hal ini diutarakan Nurul Huda Sekretaris Umum DPD Hipmi Kimantan Utara kepada Liputan5.com di Jakarta, Jumat (10.6.2022).


Jadi kata Nurul Huda lanjutnya, diperiode ke dua ini sudah sangat signifikan Hipmi ditahun ini. Untuk itu kepengurusan HIPMI Kaltara tahun 2021 – tahun 2024 kepengurusan ini sangat meningkat minat usahanya walaupun tidak bisa dipungkiri juga Kaltara luas tapi penduduknya sedikit nggak sampai 1 juta orang tapi itu jadi pe er juga salah satu pe er bagaimana pengusaha-pengusaha sampai kepelosok-pelosok Kaltara daerah perbatasan itu yang belum sampai.

Untuk itu dikepengurusan Hipmi Provinsi Kaltara 130 orang termasuk pengurus, DPC HIPMI di Tarakan ada 5 Kabupaten Kota yaitu DPC Tarakan kurang lebih 123 orang, DPC Bulungan kurang lebih 60 orang, DPC Nunukan kurang lebih 183 orang, DPC Malinao 30 orang paling kurang dan DPC KTT paling kurang 35 orang, tuturnya.

Selanjutnya lagi dijelaskan Nurul Huda, jadi DPC itu baru pertama terbentuk ditahun 2020. Jadi ditahun 2016 – 2019 itu di 2019 itu baru mulai terbentuk DPC-DPC yang lain. Pertama awalnya DPD Kaltara 2016 jadi 2019 sudah mulai terbentuk DPC-DPC lain. Dulu kan DPC Tarakan yang paling lama semuanya cuman itukan diperiode sebelumnya, ucapnya.

Harapan saya dengan program kerja kita DPD Hipmi Kalimantan Utara, yaitu meningkatkan minat kewirausahaan bagi mahasiswa dan adik-adik kita di sekolah kita akan melaksanakan program HIPMI PP termasuk juga HIPMI go to School. Jadi setelah Rakerda ini kita akan gencar melaksanakan itu.

Jadi memang paradigma di Kalimantan Utara itu setelah lulus Pegawai Negeri Sipil (PNS)-Pegawai Negeri Sipil itu yang paling anu jadi bagaimana kita menstimulsi untuk menjadi pengusaha setelah kuliah jangan jadi PNS, tegas Nurul Huda.

(Doli/Red)

Print Friendly, Pdf & Email