Merasa Dirinya Dianiaya, Ketua PMKRI Kupang Adukan Brigpol Polce Adu Ke Propam POLDA NTT

Kupang-liputan4.com-Merasa dirinya dianiaya, Adrianus Oswin Goleng melaporkan Brigpol Polce Adu, Cs anggota Satlantas Polres Kupang Kota di Propam POLDA NTT dengan Nomor Laporan: STPL/3/I/Huk.12.10./2020/Yanduan pada minggu 19 Januari 2020 pukul 01.00 Wita.

Brigpol Polce Adu, Cs diduga melakukan pemukulan terhadap Adrianus Oswin Goleng, Ketua PMKRI Cabang Kupang di dalam kantor Satlantas Polres Kupang Kota.


Peristiwa tersebut berawal dari kendaraan roda dua bermerk Satria FU yang dikendarai oleh pelapor “ditilang” oleh anggota Satlantas Polres Kupang Kota di depan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang sekitar pukul 23.00 WITA (18/1/2020) karena tidak mengenakan helm. 

“Selesai misa,  saya dan senior (BP) menuju ke kampung Solor. Tepat di depan Gereja Katedral, kami ditilang oleh Satlantas Polresta Kupang Kota. Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saat ditahan saya tidak mengelak atau melawan,” ungkap Oswin.

Pada saat yang bersamaan, Oswin Goleng sempat meminta blanko tilang. Namun, kata oknum Polantas bahwa blanko tilang tidak ada. Oswin, cs yang “ditilang”, diarahkan  untuk mengambil blanko di Kantor Satlantas Polresta. Alhasil pelapor, cs bergegas ke Kantor Satlantas Polresta Kupang Kota untuk mengambil blanko tilang.

Di Kantor Satlantas, Oswin kembali mempertanyakan mekanisme atau SOP  penilangan yang berlaku. Bahwasannya, lokasi tilang tanpa papan informasi bahkan blanko tilang tidak diberikan malah diarahkan ke kantor Satlantas.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Selain itu, lanjutnya,  lokasi tilang sama sekali mengabaikan kepentingan umum. Karena menurutnya, lokasi tilang merupakan lokasi  rawan kecelakaan. Lokasi itu tepat di pertigaan jalan menurun dan  berhadapan langsung dengan Gereja Katedral yang mana orang kristiani butuh ketenangan menjalankan aktivitas rohani.

“Kita sudah menepuh jalur hukum sesuai surat laporan. Kita minta Polda NTT melalui Propam untuk mengusut dan tindak tegas terduga oknum polisi Polce Adu, Cs.

Terduga itu saya ibaratkan hama yang mengancam keberlangsungan dan nama baik lembaga. Untuk selamatkan rumah dan citra lembaga maka bukan tidak mungkin, hama ini harus dieliminir bahkan dimusnahkan”, tegas Oswin yang di dampingi seluruh pengurus  lengkap PMKRI Cabang Kupang.

Atas kejadia dugaan penganiayaan terhada Ketua PMKRI Cabang Kupang, Forum Pemuda NTT mendesak agar mencopot oknum polisi Polce Adu yang berpangkat Brigpol dari anggota kepolisian.

“Kapolda NTT, Irjen Pol Hamidin harus segera menindak tegas dengan mencopot Brigpol Polce Adu bila terbukti aniaya ketua PMKRI karena tidak pantas dan layak jadi anggota Polri,” ujar ketua Forum Pemuda NTT, Agustinus Budi Otomo Gilo Roman.

Sampai berita ini ditunkan, pihak Polres Kupang Kota belum bisa dihungi untuk dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan terhadap Ketua PMKRI Cabang Kupang.*