PPDB KOTA MEDAN 2022

Menjawab Pertanyaan Masyarakat Terkait Air Bersih,Ini Yang Di Lakukan Pemerintah Desa Botolempangan kecamatan Bontoa Maros

Menjawab Pertanyaan Masyarakat Terkait Air Bersih,Ini Yang Di Lakukan Pemerintah Desa Botolempangan Kecamatan Bontoa Maros

Liputan4.com Maros-Botolempangan adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan,Indonesia.

Desa Botolempangan merupakan salah satu dari 9 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Bontoa yang terletak pada sebelah utara di Kabupaten Maros. Desa Botolempangan berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada (2011-2018).


Desa Bontolempangang memiliki luas wilayah 12,59 km² dan jumlah penduduk sebanyak 3.602 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 286,10 jiwa/km² pada tahun 2019. Pusat pemerintahan desa ini berada di Dusun Ujung Bulu.

Desa Botolempangan memiliki potensi yang cukup besar karena terdapat tiga potensi alam yang mendukung di bidang perikanan, bidang pertanian, bidang pertambangan dan berada pada posisi perbatasan Kabupaten Maros dengan Kabupaten Pangkep.

Sulitnya mendapatkan akses air bersih di Desa Botolempangan menjadi salah satu perjuangan pemerintah desa dan warga desa,penanganan masalah air bersih untuk warga desa ini menjadi cerita yang cukup menarik. 

“Sejak turun temurun Desa Botolempangan memang krisis air bersih.  Masyarakat pada waktu itu hanya mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan air.l sehari-hari

Kepala Desa Botolempangan MUHAMMAD WARIF, S. Pdi., M. Pdi menambahkan, selaku pemerintah desa ia berupaya untuk mensejahterakan warganya dengan memenuhi kebutuhan air minum. “Air merupakan kebutuhan dasar, jika masyarakat kami tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasar tersebut, kesejahteraan akan sulit kami capai,” ucapnya.

Perjuangan untuk mendapatkan akses air bersih sudah kita mulai,dengan mengandalkan sumber air yang berada ±1 KM dari jalan poros dusun tangaparang.

Insha Allah, Krisis air bersih ini akan segera teratasi,” Ujar Kadis Tangaparang Syamsul Bahri

Bersama Kepala Dusun Tangaparang SYAMSUL BAHRI, S.M  Dan Kepala Dusun mangemba DARWIS, kontributor Liputan4 di ajak untuk menelusuri sumber mata air tersebut,meski harus melewati anak sungai,jalan yang mendaki di sertai batuan cadas,bukan kendala bagi pemerintah setempat untuk Segera menjawab semua stagmen tentang Krisis air bersih di desa Botolempangan.

Syamsul Bahri menambahkan bahwa,untuk pengerjaan penampungan ini membutuhkan waktu ±1 bulan,” Kami berharap langkah awalnya adalah penyelesaian tempat penampungan air,setelah hal itu selesai,kita akan melangkah ke tahap selanjutnya.

“Yang Lebih Menantang Lagi adalah Medan yang harus di tempuh untuk menuju lokasi sumber mata air sangat sulit, sehingga membutuhkan waktu sekitar 30 Menit untuk bisa tiba di lokasi tersebut,” Pungkas Syamsul Bahri

“Kami selaku pemerintah desa botolempangan sangat bersyukur dengan adanya sumber air yang berada di Bulu’ pokko atau leang botting dusun tangaparang ini,”

dan berharap agar kedepannya masyarakat desa setempat bisa menikmati air bersih dengan mengandalkan dua sumber mata air sehingga tidak lagi menjadi stagmen bahwa desa botolempangan krisis air bersih,semoga juga pemerintah kabupaten Maros bisa lebih memperhatikan program air bersih dan mendukung perencanaan mengatasi krisis air di desa kami dan khususnya di kecamatan Bontoa ini.” Tutup Kepala Dusun Tangaparang SYAMSUL BAHRI, S.M

Print Friendly, Pdf & Email